No | Kode DSSD | Uraian DSSD | Satuan | Definisi Operasional | 2017 | 2018 | 2019 | 2020 | 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | 2025 | Disabled | Info Sub Kegiatan |
---|
1 | 2.09.000021 | Jenis pangan lokal | Laporan | Pangan lokal mencakup pangan sumber karbohidrat (padi-padian, umbi-umbian), pangan sumber protein (pangan hewani, aneka jenis kacang) dan pangan sumber vitamin dan mineral (sayur dan buah) | - | - | - | - | - | 1 | 1 | 1 | 1 | T | [2.09.03.1.01.0007] [2.09.03.1.01.0002] [2.09.03.2.01.0009] [2.09.03.2.01.0002] |
---|
2 | 2.09.000030 | Konsumsi per kapita per tahun | Laporan | Capaian konsumsi energi (kkal/kap/hari), konsumsi protein (gram/kap/hari) dan konsumsi pangan utama (kg/kapita/tahun) berdasarkan wilayah. Konsumsi pangan utama mencakup konsumsi komoditas pangan utama dari sembilan kelompok pangan PPH | - | - | 1 | - | 15 | 1 | 1 | 1 | 1 | T | [2.09.03.1.04.0004] [2.09.03.1.04.0003] [2.09.03.2.04.0003] |
---|
3 | 2.09.000053 | Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan | Dokumen | Peta tematik yang menggambarkan visualisasi geografis dari hasil analisis indikator ketahanan dan kerentanan pangan. | - | 1 | - | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | T | [2.09.04.1.01.0001] [2.09.04.2.01.0001] |
---|
4 | 2.09.000063 | Rencana kebutuhan pangan lokal sesuai komoditas | Dokumen | Jumlah kebutuhan pangan lokal dalam satuan kg/kap/tahun dan ton/tahun selama lima tahun ke depan yang dihitung dari tahun dasar angka konsumsi pangan dikali jumlah penduduk (komoditas pangan lokal yang akan dikembangkan, ditetapkan oleh pimpinan daerah dan/atau sejalan dengan kebijakan pusat) | - | | - | - | - | 1 | - | - | - | T | [2.09.03.1.02.0002] [2.09.03.2.02.0002] |
---|
5 | 2.09.000068 | Target konsumsi pangan per kapita per tahun | Dokumen | Sasaran total konsumsi energi (kkal/kap/hari), total konsumsi protein (gram/kap/hari), skor PPH selama lima tahun perencanaan pembangunan daerah yang dihitung dari data dasar konsumsi pangan aktual. (Target konsumsi pangan tercantum dalam RPJMD/dokumen perencanaan pembangunan kabupaten/ target konsumsi energi sejalan dengan standar AKE yang ditetapkan sesuai dengan regulasi yang berlaku). Penetapan target skor PPH kabupaten/kota mengacu pada Perbadan 11/2023 tentang Pola Pangan Harapan. | - | - | - | - | - | 3 | 2 | 1 | 1 | T | [2.09.03.2.04.0001] |
---|
6 | 2.09.000076 | Data daerah rentan rawan pangan | Laporan | data daerah yang memiliki karakteristik berpotensi mengalami kejadian rawan pangan. Dalam Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan, yang termasuk daerah rentan rawan pangan adalah daerah pada prioritas 1 sampai 3. | - | - | - | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | T | [2.09.04.1.02.0004] [2.09.04.2.02.0003] |
---|
7 | 2.09.000078 | Data harga dan pasokan pangan di tingkat produsen dan konsumen | Dokumen | Data yang diperoleh dari kegiatan pengumpulan, pengolahan serta analisis data dan informasi harga dan pasokan pangan tingkat produsen (petani/peternak/penggilingan) dan tingkat konsumen (pedagang grosir/eceran) dengan subjek tertentu melalui pencatatan berulang secara berkala | - | 1 | - | - | - | 52 | 47 | 12 | 12 | T | [2.09.03.2.01.0015] |
---|
8 | 2.09.000079 | Data Jumlah Penduduk | Dokumen | Data jumlah penduduk di suatu wilayah pada tahun berjalan yang digunakan untuk menghitung total kebutuhan pangan, dengan penghitungan konsumsi kg per kapita dikalikan jumlah penduduk. Sumber data dari BPS | 1 | - | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | T | [2.09.03.1.01.0013] [2.09.03.1.01.0010] [2.09.03.2.01.0013] [2.09.03.2.01.0016] [2.09.03.2.01.0020] [2.09.03.1.01.0015] |
---|
9 | 2.09.000081 | Data Konsumsi Pangan | Dokumen | Data jumlah pangan yang dibutuhkan untuk konsumsi baik rumah tangga maupun non rumah tangga (untuk satu jenis pangan tertentu). Jenis pangan sesuai dengan amanat Perpres 66/2021 | - | 1 | - | - | - | - | - | 1 | 1 | T | [2.09.03.1.01.0013] [2.09.03.1.01.0010] [2.09.03.2.01.0013] [2.09.03.2.01.0016] [2.09.03.2.01.0020] [2.09.03.1.01.0015] |
---|
10 | 2.09.000082 | Data Perdagangan Antar Wilayah | Dokumen | Data jumlah pangan baik yang belum maupun yang sudah mengalami pengolahan yang didatangkan atau dikeluarkan ke dalam wilayah provinsi atau kabupaten/kota dengan tujuan diperdagangkan/diedarkan/disimpan (untuk satu jenis pangan tertentu). Jenis pangan sesuai dengan amanat Perpres Nomor 66 Tahun 2021. | | - | | | | - | - | - | - | T | [2.09.03.1.01.0010] [2.09.03.1.01.0013] [2.09.03.2.01.0013] [2.09.03.2.01.0016] [2.09.03.2.01.0020] [2.09.03.1.01.0015] |
---|
11 | 2.09.000083 | Data Produksi Pangan | Dokumen | Data jumlah pangan yang diproduksi atau dihasilkan di wilayah provinsi dan kabupaten/kota, baik yang belum mengalami proses pengolahan maupun yang sudah mengalami proses pengolahan (angka tetap dan angka sementara) | - | | - | - | - | - | 1 | 1 | 1 | T | [2.09.03.2.01.0020] [2.09.03.1.01.0010] [2.09.03.1.01.0013] [2.09.03.2.01.0013] [2.09.03.2.01.0015] [2.09.03.1.01.0015] |
---|
12 | 2.09.000084 | Data Stok Pangan | Dokumen | Data jumlah bahan pangan yang disimpan/dikuasai oleh pemerintah/swasta, seperti yang ada di pabrik, gudang, depo, lumbung petani/rumah tangga, dan pasar/pedagang yang dimaksudkan sebagai cadangan pangan(untuk satu jenis pangan tertentu). Jenis pangan sesuai dengan amanat Perpres 66/2021 | | - | - | - | - | 52 | 47 | 12 | 12 | T | [2.09.03.2.01.0020] [2.09.03.1.01.0015] [2.09.03.1.01.0010] [2.09.03.1.01.0013] [2.09.03.2.01.0011] [2.09.03.2.01.0013] [2.09.03.2.01.0016] |
---|
13 | 2.09.000086 | Informasi Harga Pangan di tingkat Konsumen berkala | Laporan | Data yang diperoleh dari hasil pengumpulan, pengolahan serta analisis data dan informasi harga pangan tingkat konsumen (pedagang grosir/eceran) dengan subjek tertentu melalui pencatatan berulang secara berkala | | - | - | - | - | 52 | 47 | 12 | 12 | T | [2.09.03.1.01.0012] [2.09.03.1.01.0009] [2.09.03.2.01.0008] [2.09.03.2.01.0012] |
---|
14 | 2.09.000087 | Informasi Harga Pangan di tingkat Produsen berkala | Laporan | Data yang diperoleh dari hasil pengumpulan, pengolahan serta analisis data dan informasi harga pangan tingkat produsen (petani/peternak/penggilingan) dengan subjek tertentu melalui pencatatan berulang secara berkala | - | - | - | - | - | - | - | 12 | 12 | T | [2.09.03.1.01.0012] [2.09.03.1.01.0009] [2.09.03.2.01.0008] [2.09.03.2.01.0012] |
---|
15 | 2.09.000097 | Jumlah dokumen pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi sosialisasi keamanan dan mutu pangan segar asal tumbuhan | Dokumen | Dokumen hasil pelaksanaan koordinasi/sinkronisasi/sosialisasi/monev keamanan dan mutu pangan, dan/atau berupa penyediaan media cetak/elektronik sebagai bahan edukasi, komunikasi dan informasi | | - | - | - | - | - | - | 1 | - | T | [2.09.05.1.01.0011] [2.09.05.2.01.0008] |
---|
16 | 2.09.000100 | Jumlah dokumen pelaksanaan peningkatan kapasitas SDM keamanan pangan per tahun | Dokumen | Dokumen pelaksanaan peningkatan kapasitas SDM keamanan pangan per tahun adalah catatan atau rekaman pelaksanaan peningkatan kapasitas SDM Keamanan pangan, yang mencakup pelatihan internal dan eksternal | | - | | | | - | - | - | - | T | [2.09.05.1.01.0009] [2.09.05.2.01.0009] |
---|
17 | 2.09.000101 | Jumlah dokumen pembinaan pelaku usaha pangan segar asal tumbuhan yang disusun | Dokumen | Dokumen pembinaan pelaku usaha pangan segar asal tumbuhan adalah Laporan hasil pembinaan pelaku usaha pangan segar | | | | | | - | - | - | - | T | [2.09.05.1.01.0009] [2.09.05.2.01.0009] |
---|
18 | 2.09.000102 | Jumlah dokumen penerapan SOP kelembagaan yang disusun | Dokumen | Dokumen penerapan SOP adalah catatan kegiatan penerapan SOP yang dilaksanakan oleh lembaga pengawas keamanan, mutu, label dan gizi pangan | - | | - | - | - | - | - | - | - | T | [2.09.05.1.01.0009] [2.09.05.2.01.0009] |
---|
19 | 2.09.000103 | Jumlah dokumen SOP kelembagaan yang disusun | Dokumen | SOP kelembagaan adalah SOP yang disusun oleh lembaga pengawas keamanan, mutu label dan gizi pangan sesuai dengan persyaratan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 tahun 2023 | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [2.09.05.1.01.0009] [2.09.05.2.01.0009] |
---|
20 | 2.09.000105 | Jumlah Eksisting Infrastruktur Cadangan Pangan | Unit | Data gudang CPP, lumbung pangan ataupun infrastruktur lain yang memiliki fungsi yang sama dan sarana pendukung yang dimiliki | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [2.09.02.1.01.0006] [2.09.02.2.01.0006] |
---|
21 | 2.09.000109 | Jumlah izin edar PSAT PDUK label hijau per tahun | Dokumen | Jumlah sertifikat registrasi PSAT PDUK label hjau yang diterbitkan kepada pelaku usaha PDUK yang telah memenuhi komitmen sesuai persyaratan registrasi PSAT PDUK | | - | | | | - | - | - | - | T | [2.09.05.2.01.0006] |
---|
22 | 2.09.000113 | Jumlah Kelembagaan Distribusi Pangan yang Eksisting | Unit | Jumlah kelembagaan distribusi pangan untuk aksesibilitas pangan masyarakat | - | | - | - | - | - | - | 1 | 1 | T | [2.09.03.1.01.0011] [2.09.03.2.01.0010] |
---|
23 | 2.09.000114 | Jumlah Keluarga yang Mengikuti Peningkatan Ketahanan Pangan Keluarga | Keluarga | Jumlah laporan kegiatan dalam rangka peningkatan ketahanan pangan keluarga yang telah dilaksanakan, melalui kegiatan pemanfaatan pekarangan, teras pangan, gerasi B2SA, rumah pangan B2SA, Dapur B2SA, dan kegiatan sejenis yang mendukung. | 392 | - | 229 | 0 | 30 | 30 | - | 430 | 430 | T | [2.09.03.2.01.0007] |
---|
24 | 2.09.000115 | Jumlah koordinasi dan sinkronisasi informasi stok, pasokan dan harga pangan secara berkala | Laporan | Kegiatan rapat koordinasi dan sinkronisasi untuk memantau jumlah stok, pasokan dan kondisi harga pangan pokok strategis dengan melibatkan semua pelaku usaha produsen/penggilingan/pedagang/ asosiasi/distributor serta melakukan pemantauan harga di tingkat produsen dan harga eceran di pasar tradisional, grosir, dan retail yang dilakukan secara berkala | - | 236 | - | - | - | - | - | 12 | 12 | T | [2.09.03.1.01.0008] [2.09.03.2.01.0014] |
---|
25 | 2.09.000118 | Jumlah pelaksanaan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) | Laporan | Jumlah pendistribusian bahan pangan dari wilayah produsen (surplus) atau harga rendah ke wilayah konsumen (defisit) atau harga tinggi | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [2.09.03.1.01.0009] [2.09.03.2.01.0008] |
---|
26 | 2.09.000119 | Jumlah pelaksanaan Gerakan Pangan Murah/Bazar Pangan Murah atau Operasi Pasar | Laporan | Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah atau kegiatan dengan sebutan lainnya yang memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mempermudah masyarakat memperoleh bahan pangan, dengan harga terjangkau dengan tujuan stabilisasi pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflasi | - | - | - | - | - | - | 1 | 1 | 1 | T | [2.09.03.1.01.0009] [2.09.03.2.01.0008] |
---|
27 | 2.09.000120 | Jumlah pelaku usaha pangan lokal | Laporan | Jumlah UMKM/UKM/kelompok usaha yang berkembang dalam mengolah aneka pangan berbahan baku lokal | | - | | | | 42 | - | 1 | 1 | T | [2.09.03.1.01.0007] [2.09.03.2.01.0009] |
---|
28 | 2.09.000126 | Jumlah promosi penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal | Kegiatan | Banyaknya kegiatan sosialisasi/promosi/kampanye/edukasi konsumsi B2SA berbasis pangan lokal yang dilakukan selama satu tahun | | | | | | | | 1 | 1 | T | [2.09.03.1.04.0001] [2.09.03.2.04.0005] |
---|
29 | 2.09.000132 | Peta situasi kewaspadaan pangan dan gizi | Dokumen | Peta tematik yang menggambarkan situasi Kewaspadaan Pangan dan Gizi berdasarkan indikator yang digunakan | - | | 1 | - | - | 1 | 1 | 1 | 1 | T | [2.09.04.1.02.0005] [2.09.04.2.02.0005] |
---|
30 | 2.09.000134 | Jumlah Eksisting Infrastruktur Pendukung Kemandirian Pangan Lainnya | Unit | Jumlah cold storage, RMU, dryer, lantai jemur eksisting yang dimiliki | - | - | 1 | - | - | 1 | 1 | 4 | 4 | T | [2.09.02.1.01.0003] [2.09.02.2.01.0003] |
---|
31 | 2.09.000135 | Jumlah Infrastruktur Pendukung Kemandirian Pangan Lainnya yang Disediakan | Unit | Jumlah infrastruktur jaringan internet dan software/aplikasi yang dimiliki untuk mendukung kemandirian pangan | - | - | - | - | - | - | - | 10 | 10 | T | [2.09.02.1.01.0003] [2.09.02.2.01.0003] |
---|
32 | 2.09.000137 | Jumlah Usaha Pangan Lokal | Laporan | Jumlah UMKM/UKM/kelompok usaha yang mengolah aneka pangan berbahan baku lokal | | - | | | | 10 | - | - | 1 | T | [2.09.03.1.01.0002] [2.09.03.2.01.0002] |
---|
33 | 2.09.000138 | Jumlah Pangan Pokok yang Terdistribusi | Laporan | data banyaknya dan sebaran pangan pokok yang terdistribusi | - | | - | - | - | - | - | 12 | 12 | T | [2.09.03.1.01.0003] [2.09.03.2.01.0003] |
---|
34 | 2.09.000139 | Jumlah Pangan Lainnya yang Terdistribusi | Laporan | data banyaknya dan sebaran pangan lainnya yang terdistribusi | - | - | - | - | - | - | - | 1 | - | T | [2.09.03.1.01.0003] [2.09.03.2.01.0003] |
---|
35 | 2.09.000142 | Jumlah koordinasi dan sinkronisasi penentuan Harga Minimum Pangan Pokok Lokal | Laporan | Jumlah laporan hasil koordinasi dan sinkronisasi dalam rangka penentuan harga minimum pangan pokok lokal | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [2.09.03.1.03.0001] [2.09.03.2.03.0001] |
---|
36 | 2.09.000143 | Data harga minimum pangan pokok lokal | Dokumen | Informasi harga pangan pokok lokal yang diproduksi dan/atau dikonsumsi di wilayah setempat untuk dilakukan penentuan harga minimumnya | - | - | - | - | - | 52 | 47 | 24 | 24 | T | [2.09.03.3.03.0002] [2.09.03.4.03.0002] [2.09.03.1.03.0001] [2.09.03.3.03.0002] [2.09.03.4.03.0002] [2.09.03.2.03.0001] |
---|
37 | 2.09.000144 | Jumlah pemberdayaan kelompok masyarakat dalam Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal | Laporan | Banyaknya kelompok masyarakat yang melakukan kegiatan penerapan konsumsi pangan B2SA di desa/kelurahan di kabupaten/kota | 1 | - | 1 | 0 | 1 | 1 | - | - | - | T | [2.09.03.2.04.0002] |
---|
38 | 2.09.000145 | Jumlah Koordinasi dan Sinkronisasi Pemantauan dan Evaluasi Konsumsi per Kapita per Tahun | Laporan | Banyaknya kegiatan yang dilakukan dalam rangka koordinasi dan sinkronisasi penilaian capaian konsumsi energi, konsumsi protein, dan skor PPH, serta evaluasi terhadap target RPMJD/dokumen perencanaan pembangunan daerah. Penetapan target skor PPH sejalan dengan Perbadan nomor 11 tahun 2023 tentang Pola Pangan Harapan. | - | 1 | - | - | - | - | - | - | - | T | [2.09.03.1.04.0003] [2.09.03.2.04.0003] |
---|
39 | 2.09.000149 | Indeks Ketahanan Pangan Level Desa | Dokumen | Ukuran dari indikator-indikator yang mewakili aspek ketersediaan, keterjangkauan dan pemanfaatan pangan yang digunakan untuk menghasilkan skor komposit kondisi ketahanan pangan level desa/kelurahan. Nilai IKP dapat menunjukkan capaian ketahanan pangan dan gizi wilayah (kelurahan/desa) dan peringkat (ranking) relatif antara satu desa/kelurahan dibandingkan dengan desa/kelurahan lainnya. | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [2.09.04.2.01.0001] |
---|
40 | 2.09.000152 | Data Penerima Manfaat | Dokumen | Calon penerima manfaat dalam rangka pengadaan, pengelolaan, dan penyaluran cadangan pangan pemerintah daerah provinsi di daerah kabupaten/kota rentan rawan pangan atau terdampak bencana | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [2.09.04.1.02.0002] [2.09.04.2.02.0002] |
---|
41 | 2.09.000153 | Jumlah Intervensi terhadap Hasil Analisis Kewaspadaan Pangan dan Gizi | Dokumen | Program atau kegiatan sebagai tindak lanjut hasil analis situasi kewaspadaan pangan dan gizi wilayah & rekomendasi kebijakan tingkat Provinsi atau kabupaten/kota | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [2.09.04.1.02.0003] [2.09.04.2.02.0004] |
---|
42 | 2.09.000155 | Jumlah registrasi PSAT PDUK per tahun | Dokumen | Jumlah registrasi PSAT PDUK yang diterbitkan melalui online single submision (OSS) untuk pelaku usaha UMK tanpa klaim dalam jangka waktu satu tahun | | - | | | | - | - | - | - | T | [2.09.05.2.01.0006] |
---|
43 | 2.09.000159 | Rekomendasi Keamanan dan/atau mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan Daerah Kabupaten/Kota | Dokumen | merupakan berita acara hasil pengawasan post market dan/atau bentuk tindaklanjut hasil pengawasan post market yang dilakukan di wilayah masing-masing, dapat berupa surat ke pihak terkait maupun laporan hasil pertemuan tindaklanjut. | - | | - | - | - | - | - | - | - | T | [2.09.05.2.01.0004] |
---|
44 | 2.09.000160 | Persentase pangan segar asal tumbuhan yang memenuhi syarat keamanan dan/atau mutu pangan segar | Persentase | Presentase pangan segar asal tumbuhan yang memenuhi syarat merupakan perbandingan antara jumlah sampel yang memenuhi syarat keamanan dan/atau mutu pangan dengan jumlah total sampel yang diuji | - | - | - | - | - | 58 | - | - | - | T | [2.09.05.1.01.0008] [2.09.05.2.01.0004] |
---|
45 | 2.09.000190 | data cadangan pangan pemerintah Pemerintah kab/kota | Dokumen | data cadangan pangan pemerintah Pemerintah kab/kota , yaitu pengadaan, pengelolaan, penyaluran, dan pelepasan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [2.09.03.3.02.0005] |
---|
46 | 2.09.000210 | Jumlah Koordinasi dan Sinkronisasi dalam rangka penyediaan infrastruktur logistik | Unit | Jumlah laporan koordinasi dan sinkronisasi dalam rangka penguatan penyediaan sarana dan prasarana logistik pangan, jaringan distribusi pangan antar pelaku usaha dan pemerintah. | | - | | | | - | - | - | - | T | [2.09.02.1.01.0004] [2.09.02.2.01.0004] |
---|
47 | 2.09.000211 | Jumlah koordinasi dan sinkronisasi distribusi pangan pokok | Laporan | Jumlah laporan koordinasi dan sinkronisasi yang dilaksanakan antar instansi dan pelaku usaha dalam rangka penyediaan sarana dan prasarana logistik pangan dan penguatan jaringan distribusi pangan antar pelaku usaha dan pemerintah. | | | | | | - | - | - | - | T | [2.09.03.1.01.0003] [2.09.03.2.01.0003] |
---|
48 | 2.09.000212 | Jumlah koordinasi dan sinkronisasi distribusi pangan lainnya | Laporan | Kegiatan rapat koordinasi dan sinkronisasi kegiatan distribusi/penyaluran pangan pokok lainnya dengan bekerja sama dengan pemerintah daerah | | | | | | - | - | - | - | T | [2.09.03.1.01.0003] [2.09.03.2.01.0003] |
---|
49 | 2.09.000214 | Jumlah stok dan pelepasan Cadangan Pangan Pemerintah | Ton | Jumlah stok dan jumlah pelepasan cadangan pangan pemerintah yang dilakukan akibat penurunan mutu | | | | | | | | - | 16,802.28 | T | [2.09.03.1.02.0005] [2.09.03.2.02.0006] |
---|
50 | 2.09.000217 | Laporan Koordinasi dan Sinkronisasi Penanganan Kerawanan Pangan dan Gizi | Dokumen | Laporan mengenai pelaksanaan Koordinasi dan Sinkronisasi Penanganan Kerawanan Pangan dan Gizi yang melibatkan OPD terkait dan stakeholder lainnya. | | | | | | - | 1 | - | - | T | [2.09.04.1.02.0004] [2.09.04.2.02.0003] |
---|
51 | 2.09.000219 | Jenis prasarana Pengujian Keamanan dan Mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan | Unit | Prasarana berupa laboratorium pengujian keamanan dan mutu pangan segar asal tumbuhan yang dimiliki | | | | | | 1 | - | - | - | T | [2.09.05.1.01.0010] [2.09.05.2.01.0007] |
---|
52 | 2.09.000255 | Data Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) | Dokumen | Data jumlah LPM, data pengadaan dan stok pangan yang dikelola LPM, jenis pangan yang dikelola LPM | | | | | | | | 1 | 1 | T | [2.09.02.2.01.0006] [2.09.03.2.02.0008] |
---|
53 | 3.27.000051 | Hasil Pengujian Mutu Benih dan Bibit Ternak | Dokumen | Hasil pengujian terhadap mutu benih dan bibit ternak | - | | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.2.05.0002] |
---|
54 | 3.27.000135 | Panjang Jalan Usaha Tani eksisting | KM | panjang usaha tani yang ada dan berfungsi untuk mendukung kegiatan budidaya pertanian | 6.21 | - | 0.69 | 2.34 | 1.999 | 83.4 | 83.4 | 83.4 | 83.4 | T | [3.27.03.2.02.0003] |
---|
55 | 3.27.000137 | Panjang Jalan Usaha Tani yang direhabilitasi dan dipelihara | KM | Panjang Usaha tani yang direhabilitasi dan diperbaiki dalam rangka pemeliharaan untuk mendukung kegiatan budidaya pertanian | - | 8.64 | - | - | - | 0.795 | - | 134 | - | T | [3.27.03.2.02.0003] |
---|
56 | 3.27.000143 | Pemeriksaan mutu, khasiat dan keamanan obat hewan yang beredar | Laporan | Obat hewan yang telah lolos pengawasan oleh Tim Pengawas Obat Hewan dan siap untuk diedarkan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.06.0001] [3.27.02.2.04.0001] |
---|
57 | 3.27.000152 | pengawasan peredaran hewan dan produk hewan | Laporan | Banyaknya kegiatan pengawasan yang dilakukan dalam rangka optimalisasi peredaran hewan dna produk hewan yang baik | 8 | - | 8 | 8 | 8 | 8 | 8 | 8 | 8 | T | [3.27.04.2.04.0002] |
---|
58 | 3.27.000238 | Jumlah analisis Risiko media pembawa penyakit hewan lainnya | Laporan | Jumlah Pemindaian terhadap Potensi Wabah Penyakit Hewan yang berkaitan dengan laluâ€lintas hewan dan produk hewan | - | 8 | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.1.02.0005] [3.27.04.2.02.0007] |
---|
59 | 3.27.000239 | Jumlah analisis Risiko Penyakit Hewan | Laporan | Jumlah Pemindaian terhadap Potensi Wabah Penyakit Hewan yang berkaitan dengan laluâ€lintas hewan dan produk hewan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.1.02.0005] [3.27.04.2.02.0007] |
---|
60 | 3.27.000240 | Jumlah analisis Risiko Penyakit zoonosis | Laporan | Jumlah Pemindaian terhadap Potensi perpindahan Penyakit Hewan yang berkaitan dengan laluâ€lintas hewan dan produk hewan di lapangan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.1.02.0005] |
---|
61 | 3.27.000241 | Jumlah analisis Risiko produk hewan | Laporan | jumlah kasus pencegahan masuk dan tersebarnya penyakit hewan menular prioritas. | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.1.02.0005] [3.27.04.2.02.0007] |
---|
62 | 3.27.000242 | Jumlah analisis Risiko zoonosis | Laporan | jumlah kegiatan analisa risiko kejadian zoonosis di suatu wilayah | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.2.02.0007] |
---|
63 | 3.27.000243 | Jumlah Bahan Pakan/Pakan yang beredar | Ton | Banyaknya bahan pakan dan pakan ternak yang beredar | 92 | - | 1,868.35 | 1,883.30 | - | 808.2 | - | 808 | 808 | T | [3.27.02.2.05.0004] [3.27.02.2.03.0002] |
---|
64 | 3.27.000244 | Jumlah bahan pakan/pakan/tanaman skala kecil | Ton | Jenis dan banyaknya bahan pakan, pakan dan pakan yang digunakan oleh peternak | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.2.03.0001] |
---|
65 | 3.27.000245 | Jumlah Balai Penyuluh di Kecamatan serta sarana pendukungnya yang dibangun | Unit | Banyaknya Balai penyuluh di Kecamatan serta sarana pendukungnya yang dibangun dan dikembangkan | - | - | - | - | - | - | 5 | 5 | 5 | T | [3.27.03.2.02.0008] |
---|
66 | 3.27.000246 | Jumlah Balai Penyuluh di Kecamatan serta sarana pendukungnya yang direhabilitasi | Unit | Banyaknya Balai penyuluh di Kecamatan serta sarana pendukungnya yang direhabilitasi dan diperbaiki dalam rangka pemeliharaan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.2.02.0008] |
---|
67 | 3.27.000248 | Jumlah Benih bersertifikat Hortikultura berbentuk batang yang terawasi mutunya sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan | Batang | Data hasil pengawasan Banyaknya Benih Batang hortikultura yang disertifikasi oleh BPSB/ OPD yang berwenang melakukan sertifikasi benih yang mutunya sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.02.0005] [3.27.02.1.02.0019] |
---|
68 | 3.27.000249 | Jumlah Benih bersertifikat Hortikultura berbentuk batang yang terawasi peredarannya | Batang | Banyaknya Benih Batang hortikultura yang disertifikasi oleh BPSB/ OPD yang berwenang melakukan sertifikasi benih yang beredar di masyarakat dan terawasi oleh petugas pengawas benih tanaman (PBT) | - | - | - | - | 13 | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.02.0005] [3.27.02.1.02.0019] |
---|
69 | 3.27.000250 | Jumlah Benih bersertifikat Hortikultura berbentuk batang yang tersedia | Batang | Banyaknya Benih Batang hortikultura yang disertifikasi oleh BPSB/ OPD yang berwenang melakukan sertifikasi benih yang tersedia di masyarakat | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.02.0005] [3.27.02.1.02.0019] |
---|
70 | 3.27.000251 | Jumlah Benih bersertifikat Hortikultura berbentuk umbi yang terawasi mutunya sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan | Ton | Data hasil pengawasan Banyaknya Benih Umbi/Rimpang hortikultura yang disertifikasi oleh BPSB/ OPD yang berwenang melakukan sertifikasi benih yang mutunya sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.02.0005] [3.27.02.1.02.0019] |
---|
71 | 3.27.000252 | Jumlah Benih bersertifikat Hortikultura berbentuk umbi yang terawasi peredarannya | Ton | Banyaknya Benih Umbi/Rimpang hortikultura yang disertifikasi oleh BPSB/ OPD yang berwenang melakukan sertifikasi benih yang beredar di masyarakat dan terawasi oleh petugas pengawas benih tanaman (PBT) | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.02.0005] [3.27.02.1.02.0019] |
---|
72 | 3.27.000253 | Jumlah Benih bersertifikat Hortikultura berbentuk umbi yang tersedia | Ton | Banyaknya Benih Umbi/Rimpang hortikultura yang disertifikasi oleh BPSB/ OPD yang berwenang melakukan sertifikasi benih yang tersedia di masyarakat | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.02.0005] |
---|
73 | 3.27.000254 | Jumlah Benih Bersertifikat Perkebunan yang terawasi mutunya sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan | Batang | Banyakanya benih batang perkebunan yang berasal dari kebun sumber benih yang ditetapkan dan disertifikasi oleh BPSB/ OPD berwenang melakukan sertifikasi benih sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.02.0005] [3.27.02.1.02.0020] |
---|
74 | 3.27.000255 | Jumlah Benih Bersertifikat Perkebunan yang terawasi peredarannya | Batang | Banyaknya Benih Batang perkebunan yang disertifikasi oleh BPSB/ OPD yang berwenang melakukan sertifikasi benih yang beredar di masyarakat dan terawasi oleh petugas pengawas benih tanaman (PBT) | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.02.0005] [3.27.02.1.02.0020] |
---|
75 | 3.27.000256 | Jumlah Benih Bersertifikat Perkebunan yang tersedia | Batang | Banyaknya Benih Batang perkebunan yang disertifikasi oleh BPSB/ OPD yang berwenang melakukan sertifikasi benih yang tersedia di masyarakat | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.02.0005] [3.27.02.1.02.0020] |
---|
76 | 3.27.000257 | Jumlah benih bersertifikat tanaman pangan (berbentuk biji atau benih, seperti padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, porang, dan lain-lain) yang tersedia | Ton | Jumlah benih bersertifikat tanaman pangan (berbentuk biji/benih, seperti padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, porang, dan lain-lain) yang tersedia dengan mutu benih sesuai peraturan perundangan yang berlaku | - | - | - | 13.75 | 18.8 | 19.5 | 13.75 | 15.8 | - | T | [3.27.02.1.02.0018] [3.27.02.1.02.0005] |
---|
77 | 3.27.000258 | Jumlah benih bersertifikat tanaman pangan (berbentuk biji/benih, seperti padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, porang, dan lain-lain) yang terawasi mutunya sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan | Ton | Jumlah benih tanaman pangan (berbentuk biji/benih, seperti padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, porang, dan lain-lain) yang telah disertifikasi oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) atau dari produsen benih yang telah mendapatkan sertifikat sistem manajemen mutu dari lembaga penilai yang berwenang (Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu) dengan spesifikasi mutu benih sesuai peraturan perundangan yang berlaku | - | - | - | - | - | - | - | 15.5 | - | T | [3.27.02.1.02.0005] [3.27.02.1.02.0018] |
---|
78 | 3.27.000259 | Jumlah benih bersertifikat tanaman pangan (berbentuk biji/benih, seperti padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, porang, dan lain-lain) yang terawasi peredarannya | Ton | Jumlah benih bersertifikat tanaman pangan (berbentuk biji/benih, seperti padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, porang, dan lain-lain) yang terawasi peredarannya | - | - | - | 13.75 | 18.8 | 19.5 | 13.75 | 0.375 | 0.75 | T | [3.27.02.1.02.0018] [3.27.02.1.02.0005] |
---|
79 | 3.27.000260 | Jumlah benih bersertifikat tanaman pangan (berbentuk Setek, seperti ubi kayu, ubi jalar, dan lain-lain) yang terawasi mutunya sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan | Setek | Jumlah benih tanaman pangan (berbentuk Setek, seperti ubi kayu, ubi jalar, dan lain-lain) yang telah disertifikasi oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) atau dari produsen benih yang telah mendapatkan sertifikat sistem manajemen mutu dari lembaga penilai yang berwenang (Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu) dengan spesifikasi mutu benih sesuai peraturan perundangan yang berlaku | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.02.0018] [3.27.02.1.02.0005] |
---|
80 | 3.27.000261 | Jumlah benih bersertifikat tanaman pangan (berbentuk Setek, seperti ubi kayu, ubi jalar, dan lain-lain) yang terawasi peredarannya | Setek | Jumlah benih bersertifikat tanaman pangan (berbentuk Setek, seperti ubi kayu, ubi jalar, dan lain-lain) yang terawasi peredarannya | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.02.0005] [3.27.02.1.02.0018] |
---|
81 | 3.27.000262 | Jumlah benih bersertifikat tanaman pangan (berbentuk Setek, seperti ubi kayu, ubi jalar, dan lain-lain) yang tersedia | Setek | Jumlah benih bersertifikat tanaman pangan (berbentuk Setek, seperti ubi kayu, ubi jalar, dan lain-lain) yang tersedia dengan mutu benih sesuai peraturan perundangan yang berlaku | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.02.0018] [3.27.02.1.02.0005] |
---|
82 | 3.27.000263 | Jumlah benih hortikultura Berbentuk Batang yang diperbanyak/ diproduksi | Batang | Banyaknya benih batang hortikultura yang diproduksi/ diperbanyak oleh OPD yang berwenang memproduksi benih maupun produsen/penangkar benih | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.02.0007] |
---|
83 | 3.27.000264 | Jumlah benih hortikultura Berbentuk Umbi yang diperbanyak/ diproduksi | Ton | Banyaknya benih umbi/ rimpang hortikultura yang diproduksi/ diperbanyak oleh OPD yang berwenang memproduksi benih maupun produsen/penangkar benih | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.02.0014] [3.27.02.2.01.0015] |
---|
84 | 3.27.000265 | Jumlah benih perkebunan berbentuk anakan yang diperbanyak/ diproduksi | Anakan | Banyaknya benih anakan perkebunan yang diproduksi/ diperbanyak oleh OPD yang berwenang memproduksi benih maupun produsen/penangkar benih | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.02.0006] [3.27.02.2.01.0017] |
---|
85 | 3.27.000266 | Jumlah benih perkebunan berbentuk batang yang diperbanyak/ diproduksi | Batang | Banyaknya benih batang perkebunan yang diproduksi/ diperbanyak oleh OPD yang berwenang memproduksi benih maupun produsen/penangkar benih | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.02.0012] [3.27.02.2.01.0008] |
---|
86 | 3.27.000267 | Jumlah benih perkebunan berbentuk biji yang diperbanyak/ diproduksi | Gram | Banyaknya benih perkebunan berbentuk biji yang diproduksi/ diperbanyak oleh OPD yang berwenang memproduksi benih maupun produsen/penangkar benih | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.02.0011] [3.27.02.2.01.0011] |
---|
87 | 3.27.000270 | Jumlah Benih Ternak yang beredar | Dosis | Jumlah Benih Ternak yang beredar | - | - | 150 | 180 | 150 | 123 | 53 | - | - | T | [3.27.02.1.05.0005] [3.27.02.2.05.0008] |
---|
88 | 3.27.000271 | Jumlah benih ternak yang bermutu | Dosis | Benih ternak bermutu yang telah dilepas dan dimanfaatkan | - | 100 | 150 | 180 | 150 | 123 | 53 | - | - | T | [3.27.02.2.03.0001] |
---|
89 | 3.27.000272 | Jumlah benih ternak yang bersertifikat | Dosis | Banyaknya benih ternak yang telah disertifikasi | - | 100 | 150 | 180 | 150 | 123 | 53 | - | - | T | [3.27.02.1.05.0003] [3.27.02.2.05.0007] |
---|
90 | 3.27.000273 | Jumlah Benih Ternak yang dibutuhkan | Dosis | Benih Ternak bermutu sesuai standar dan syarat tertentu yang dibutuhkan dalam kurun waktu tertentu | | 100 | | | | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.05.0005] |
---|
91 | 3.27.000274 | Jumlah Benih Ternak yang tersedia | Dosis | Banyaknya benih ternak yang tersedia | - | | 150 | 180 | 150 | 123 | 53 | - | - | T | [3.27.02.2.05.0009] |
---|
92 | 3.27.000275 | Jumlah Benih/Bibit Hijauan Pakan Ternak yang beredar | Ton | Jenis dan banyaknya benih/bibit hijauan pakan ternak yang beredar | | 100 | | | | 1,627 | 1627 | - | - | T | [3.27.02.2.03.0002] |
---|
93 | 3.27.000276 | Jumlah benih/bibit ternak yang diproduksi | Ekor | Ketersediaan Jumlah Bibit Ternak bermutu dalam suatu Wilayah tertentu dan secara kontinyu | - | | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.05.0004] |
---|
94 | 3.27.000277 | Jumlah benih/bibit ternak yang tersedia | Ekor | Ketersediaan Benih/Bibit Ternak bermutu dalam suatu Wilayah tertentu dan secara kontinyu | 1963 | - | 1428 | 1376 | 2185 | 972 | 769 | 779 | - | T | [3.27.02.1.05.0004] |
---|
95 | 3.27.000278 | Jumlah Bibit Ternak yang beredar | Ekor | Jumlah Bibit Ternak yang beredar dari spesies/rumpun tertentu yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat | 1963 | 7153 | 1428 | 1376 | 2185 | 972 | 769 | 779 | - | T | [3.27.02.1.05.0005] [3.27.02.2.05.0008] |
---|
96 | 3.27.000279 | Jumlah bibit ternak yang bermutu | Ekor | Bibit ternak bermutu yang telah dilepas dan dimanfaatkan | 1963 | 7153 | 1428 | 1376 | 2185 | 972 | 769 | 779 | - | T | [3.27.02.2.03.0001] |
---|
97 | 3.27.000280 | Jumlah bibit ternak yang bersertifikat | Ekor | Banyaknya bibit ternak yang telah disertifikasi | - | 7153 | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.05.0003] [3.27.02.2.05.0007] |
---|
98 | 3.27.000281 | Jumlah Bibit Ternak yang dibutuhkan | Ekor | Bibit Ternak bermutu sesuai standar dan syarat tertentu yang dibutuhkan dalam kurun waktu tertentu | | - | | | | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.05.0005] |
---|
99 | 3.27.000282 | Jumlah Bibit Ternak yang tersedia | Ekor | Banyaknya bibit ternak yang tersedia | 1963 | | 1428 | 1376 | 2185 | 972 | 769 | 779 | - | T | [3.27.02.2.05.0009] |
---|
100 | 3.27.000283 | Jumlah Bimbingan Peningkatan Pakan Kewenangan Provinsi | Dokumen | Kegiatan penataan kelembagaan dan SDM dalam rangka meningkatkan Bahan yang berkualitas | - | 7153 | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.04.0001] |
---|
101 | 3.27.000284 | Jumlah Bimbingan Peningkatan Produksi Bahan Pakan Kewenangan Provinsi | Dokumen | Kegiatan penataan kelembagaan dan SDM dalam rangka meningkatkan Bahan Pakan yang berkualitas | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.04.0001] |
---|
102 | 3.27.000285 | Jumlah Bimbingan Peningkatan Produksi Benih/Bibit Ternak Kewenangan Provinsi | Dokumen | Kegiatan penataan kelembagaan dan SDM dalam rangka meningkatkan Produksi Benih/Bibit Ternak yang berkualitas | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.04.0001] |
---|
103 | 3.27.000286 | Jumlah Bimbingan Peningkatan Produksi Tanaman Pakan Ternak Kewenangan Provinsi | Dokumen | Kegiatan penataan kelembagaan dan SDM dalam rangka meningkatkan Produksi Tanaman Pakan Ternak yang berkualitas | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.04.0001] |
---|
104 | 3.27.000287 | Jumlah daerah terdampak wabah yang terkendali | Wilayah | Terkendalinya jumlah daerah yang terdampak dari penyakit hewan menular strategis | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.1.01.0003] [3.27.04.2.01.0003] |
---|
105 | 3.27.000289 | Jumlah DAM Parit yang direhabilitasi | Unit | Jumlah Dam parit yang direhabilitasi dan diperbaiki dalam rangka pemeliharaan untuk mendukung kegiatan budidaya pertanian | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.2.02.0004] |
---|
106 | 3.27.000290 | Jumlah Diseminasi Informasi Teknis, Sosial, Ekonomi dan Inovasi Pertanian | Dokumen | Jumlah Diseminasi Informasi Teknis, Sosial, Ekonomi dan Inovasi Pertanian oleh penyuluh pertanian merujuk pada total kegiatan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian untuk menyebarkan informasi, pengetahuan, dan inovasi terkait teknik pertanian, aspek sosial dalam pertanian, ekonomi pertanian, serta inovasi terbaru di bidang pertanian kepada komunitas petani atau stakeholder terkait. Diseminasi ini dapat dilakukan melalui berbagai metode seperti seminar, lokakarya, pelatihan, publikasi, atau media digital. Jumlah tersebut dapat diukur berdasarkan data resmi atau laporan kegiatan diseminasi yang telah dijalankan oleh penyuluh pertanian dalam periode waktu tertentu. | | - | | | | 45 | - | 10 | 10 | T | [3.27.07.2.01.0009] |
---|
107 | 3.27.000291 | Jumlah dokumen rencana kontingensi penanganan hewan/ternak akibat bencana alam | Dokumen | Dokumen perencanaan penanganan hewan ternak yang diakibatkan oleh bencana alam | - | | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.05.1.01.0006] [3.27.05.2.01.0007] |
---|
108 | 3.27.000292 | Jumlah Eksisting Bahan Pakan yang diproduksi | Laporan | Jumlah laporan hasil penyediaan Bahan Pakan yang diproduksi sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.04.0004] |
---|
109 | 3.27.000293 | Jumlah Eksisting Balai Penyuluh di Kecamatan serta sarana pendukungnya | Unit | Banyaknya Balai penyuluh di Kecamatan serta sarana pendukungnya yang berfungsi baik | 5 | - | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | T | [3.27.03.2.02.0008] |
---|
110 | 3.27.000294 | Jumlah Eksisting Benih/Bibit Ternak yang diproduksi | Laporan | Jumlah laporan hasil penyediaan Benih/Bibit Ternak hasil produksi sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) | - | 5 | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.04.0004] |
---|
111 | 3.27.000295 | Jumlah eksisting DAM Parit | Unit | Jumlah eksisting dam parit yang ada dan berfungsi untuk mendukung kegiatan budidaya pertanian dengan debit air minimal 5 lt/detik dan lebar penampang kurang lebih 5 m | - | - | - | - | - | 12 | 12 | 12 | 12 | T | [3.27.03.2.02.0004] |
---|
112 | 3.27.000296 | Jumlah Eksisting Embung Pertanian | Unit | banyaknya embung yang ada dan berfungsi untuk mendukung kegiatan budidaya pertanian | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.2.02.0002] |
---|
113 | 3.27.000297 | Jumlah Eksisting Gedung UPTD Pertanian | Unit | Banyaknya gedung UPTD baik berupa balai ataupun bentuk lain yang digunakan dalam kondisi baik | - | - | - | - | - | - | - | 1 | 1 | T | [3.27.03.1.01.0010] |
---|
114 | 3.27.000298 | Jumlah Eksisting Jaringan Irigasi Usaha Tani | Unit | Panjang jaringan irigasi yang ada, terhubung langsung ke lahan pertanian dan berfungsi baik | 4 | - | 2 | 4 | 5 | 39 | 39 | 39 | 40 | T | [3.27.03.2.02.0010] |
---|
115 | 3.27.000299 | Jumlah Eksisting Laboratorium Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner | Unit | Jumlah Laboratoriium keswan dan kesmavet yang berfungsi baik | | 3 | | | | - | - | - | - | T | [3.27.03.2.02.0012] |
---|
116 | 3.27.000300 | Jumlah eksisting Laboratorium Keswan dan Kesmavet | Unit | Ketersediaan Laboratorium Keswan dan Kesmavet mempunyai fungsi pengawasan, pengamatan, pemantauan penyakit hewan yang bersifat zoonosis dan non zoonosis serta kualitas pangan asal hewan di seluruh wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi | | | | | | 1 | 1 | 1 | 1 | T | [3.27.03.1.01.0012] |
---|
117 | 3.27.000301 | Jumlah eksisting laboratorium Peternakan dan Kesehatan Hewan | Unit | Ketersediaan unit pengujian terhadap tingkat kesehatan hewan/ternak yang bersifat penyakit infeksius atau penyakit non infeksius | | | | | | - | - | - | - | T | |
---|
118 | 3.27.000302 | Jumlah Eksisting lembaga penyuluhan pertanian kabupaten/kota | Unit | Jumlah kelembagaan yang menyelenggarakan fungsi penyuluhan pertanian tingkat Kabupaten/Kota | 5 | | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | 1 | 1 | T | [3.27.07.2.01.0007] [3.27.07.2.01.0001] |
---|
119 | 3.27.000303 | Jumlah Eksisting lembaga penyuluhan pertanian provinsi | Unit | Jumlah kelembagaan yang menyelanggarakan fungsi penyuluhan pertanian tingkat provinsi | 1 | 5 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | - | - | T | [3.27.07.1.01.0003] |
---|
120 | 3.27.000304 | Jumlah Eksisting Obat Hewan yang beredar | Dosis | Jenis obat hewan yang beredar dan digunakan | 45,028 | 1 | 16,725 | 17,927 | 11,110 | 44,125 | 11,290 | 1,775 | - | T | [3.27.02.2.04.0001] |
---|
121 | 3.27.000305 | Jumlah Eksisting Pakan yang diproduksi | Laporan | Jumlah laporan hasil penyediaan Pakan yang diproduksi sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) | - | 13,435 | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.04.0004] |
---|
122 | 3.27.000306 | Jumlah Eksisting Pelanggaran Kesejahteraan Hewan | Kasus | kasus pelanggaran yang terjadi dan diakibatkan oleh kesalahan dalam penanganan kesejahteraan hewan | | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.2.05.0002] |
---|
123 | 3.27.000307 | Jumlah Eksisting Penyuluh Pertanian ASN | Orang | Jumlah penyuluh pertanian ASN yang terpenuhi sesuai kebutuhan daerah | 20 | - | 20 | 17 | 17 | 17 | 16 | 17 | 16 | T | [3.27.07.1.01.0004] [3.27.07.2.01.0006] |
---|
124 | 3.27.000308 | Jumlah Eksisting Pintu Air | Unit | Jumlah Pintu Air yang ada dan berfungsi untuk mendukung kegiatan budidaya pertanian | | 20 | | | | 12 | 12 | 12 | 12 | T | [3.27.03.2.02.0006] |
---|
125 | 3.27.000309 | Jumlah Eksisting Pos Pemeriksaan Hewan | Unit | Unit Pelayanan Pemeriksaan Hewan yang tersedia yang berguna dalam pengawasan, peredaran ternak dan pengendalian penyebaran penyakit hewan menular | - | | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0024] |
---|
126 | 3.27.000310 | Jumlah Eksisting Prasarana Hortikultura Lainnya | Unit | Banyaknya prasarana hortikultura lainnya yang berfungsi baik | - | - | - | - | - | 1 | 2 | - | - | T | [3.27.03.2.02.0009] |
---|
127 | 3.27.000311 | Jumlah Eksisting Prasarana Perkebunan Lainnya | Unit | Banyaknya prasarana perkebunan lainnya yang berfungsi baik | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.2.02.0009] |
---|
128 | 3.27.000312 | Jumlah Eksisting Prasarana Peternakan Lainnya | Unit | Banyaknya prasarana peternakan lainnya yang berfungsi baik | 4 | - | 4 | 4 | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | T | [3.27.03.2.02.0009] |
---|
129 | 3.27.000313 | Jumlah Eksisting Prasarana Tanaman Pangan Lainnya | Unit | Banyaknya prasarana tanaman pangan lainnya yang berfungsi baik | | 4 | | | | - | - | 5 | 5 | T | [3.27.03.2.02.0009] |
---|
130 | 3.27.000314 | Jumlah Eksisting Puskeswan | Unit | Banyaknya Puskeswan yang berfungsi baik | 1 | | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | T | [3.27.03.2.02.0014] |
---|
131 | 3.27.000316 | Jumlah Eksisting Rumah Sakit Hewan, Klinik Hewan, Ambulatori, Praktik Dokter Hewan Mandiri/Puskeswan Mandiri, atau Tempat Pelayanan Paramedik veteriner Keswan yang terbangun | Unit | Tempat pelayanan jasa oleh paramedik dan medik veteriner yang baru terbangun, yang berperan dalam penanganan penyakit hewan yang telah memiliki perizinan | 1 | 1 | 2 | 2 | 2 | 2 | 1 | 1 | 1 | T | [3.27.03.1.01.0021] |
---|
132 | 3.27.000317 | Jumlah Eksisting Sarana Pendukung | Unit | Banyaknya sarana pendukung yang digunakan dalam kondisi baik. Sarana pendukung dapat berupa gudang penyimpanan dan sarana lain yang mendukung peningkatan produktivitas hasil pertanian | | 1 | | | | - | - | 4 | 4 | T | [3.27.03.1.01.0010] |
---|
133 | 3.27.000318 | Jumlah Eksisting Tanaman Pakan Ternak yang diproduksi | Laporan | Jumlah laporan hasil penyediaan Tanaman Pakan Ternak yang di produksi sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) | | | | | | 1,627 | - | - | - | T | [3.27.02.1.04.0004] |
---|
134 | 3.27.000319 | Jumlah Eksisting UPTD BIB | Unit | Banyaknya UPTD inseminasi buatan, baik berbentuk balai atau lainnya yang ada dan berfungsi baik | - | | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.2.02.0013] |
---|
135 | 3.27.000320 | Jumlah Eksisting UPTD Pembibitan dan UPTD Produksi Ternak | Unit | Banyaknya UPTD pembibitan dan produksi ternak, baik berbentuk balai atau lainnya yang ada dan berfungsi baik | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.2.02.0011] |
---|
136 | 3.27.000321 | Jumlah Eksisting usaha pertanian yang dibina dan diawasi | Laporan | Jumlah usaha pertanian yang ada dan didampingi dalam pengembangannya | | - | | | | 10 | 6 | 10 | 11 | T | [3.27.06.1.01.0005] [3.27.06.2.01.0005] |
---|
137 | 3.27.000322 | Jumlah Eksisting Zona/Kompartemen Bebas Penyakit | Unit | Kondisi terkini terkait wilayah kompartemen atau zona yang dinyatakan bebas dari penyakit | - | | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.1.03.0001] |
---|
138 | 3.27.000323 | Jumlah Embung Pertanian yang dipelihara | Unit | banyaknya embung yang dipelihara dalam rangka mendukung kegiatan budidaya pertanian | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | |
---|
139 | 3.27.000324 | Jumlah Embung Pertanian yang direhabilitasi | Unit | banyaknya embung yang direhabilitasi dan diperbaiki dalam rangka pemeliharaan untuk mendukung kegiatan budidaya pertanian | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.2.02.0002] |
---|
140 | 3.27.000325 | Jumlah Esksisting Laboratorium Benih atau Balai Benih (BIBD Provinsi) | Unit | Ketersediaan Laboratorium Benih atau Balai Benih yang melakukan peredaran Benih di Provinsi | - | - | - | - | - | - | - | 1 | 1 | T | [3.27.03.1.01.0022] |
---|
141 | 3.27.000326 | Jumlah Esksisting Laboratorium Pertanian | Unit | Banyaknya laboratorium yang digunakan untuk mendukung penelitian, upaya pengembangan jaringan/kultivar/SDG dalam rangka pengembangan kualitas produksi pertanian dalam kondisi baik | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0007] |
---|
142 | 3.27.000327 | Jumlah Esksisting Rumah Potong Hewan | Unit | Banyaknya RPH yang beroperasi dan berfungsi baik | 1 | - | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | T | [3.27.03.2.02.0015] |
---|
143 | 3.27.000328 | Jumlah galur ternak yang dilakukan pelestarian dan pemurnian | Galur | Jumlah galur ternak yang dilestarikan dan dimurnikan | - | 1 | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.2.02.0005] |
---|
144 | 3.27.000329 | Jumlah galur yang dimanfaatkan | Galur | Jumlah jenis galur yang berkualitas dan telah dimanfaatkan | 5 | - | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | T | [3.27.02.2.02.0003] |
---|
145 | 3.27.000330 | Jumlah galur yang dinilai | Galur | Sekumpulan atau sekelompok individu hewan dalam satu rumpun yang memiliki karakteristik tertentu yang dimanfaatkan untuk tujuan pemuliaan atau perkembangbiakan | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | T | [3.27.02.1.03.0006] |
---|
146 | 3.27.000331 | Jumlah galur yang ditingkatkan kualitasnya | Galur | Jumlah jenis galur yang dilakukan pengusahaan peningkatan kualitas | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | T | [3.27.02.2.02.0002] |
---|
147 | 3.27.000332 | Jumlah Gedung UPTD Pertanian yang dibangun | Unit | Banyaknya gedung UPTD baik berupa balai ataupun bentuk lain yang dibangun atau dikembangkan | | 5 | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0010] |
---|
148 | 3.27.000333 | Jumlah Gedung UPTD Pertanian yang direhabilitasi | Unit | Banyaknya gedung UPTD baik berupa balai ataupun bentuk lain yang direhabilitasi atau diperbaiki dalam rangka pemeliharaan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0010] |
---|
149 | 3.27.000335 | Jumlah Hasil pengujian di laboratorium kesehatan Hewan | Laporan | Hasil uji Laboratorium Kesehatan Hewan yang dilakukan pada Laboratorium terakreditasi | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.1.03.0003] [3.27.04.2.04.0004] |
---|
150 | 3.27.000336 | Jumlah Hasil pengujian di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner | Laporan | Hasil uji Laboratorium Kesehatan Masayarakat Veteriner yang dilakukan pada Laboratorium terakreditasi | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.2.04.0004] |
---|
151 | 3.27.000337 | Jumlah hewan yang berhasil ditangani | Ekor | Banyaknya hewan yang berhasil ditangani dari penyakit hewan | 274,809 | - | 634,777 | 655,702 | 656572 | 617944 | 721,163 | 7,458 | 3,814 | T | [3.27.05.1.01.0006] [3.27.05.2.01.0007] |
---|
152 | 3.27.000338 | Jumlah Hijauan Pakan Ternak (HPT), Bahan Pakan dan Pakan yang beredar | Ton | Hijauan Pakan Ternak, Bahan Pakan dan Pakan yang beredar dari spesies/rumpun tertentu yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat | | 595,329 | | | | 1,627 | 0.26 | 12,400 | 15,450 | T | [3.27.02.1.05.0005] |
---|
153 | 3.27.000339 | Jumlah Hijauan Pakan Ternak (HPT), Bahan Pakan dan Pakan yang dibutukan | Ton | Hijauan Pakan Ternak, Bahan Pakan dan Pakan bermutu sesuai standar dan syarat tertentu yang dibutuhkan dalam kurun waktu tertentu | | | | | | 1,627 | 0.26 | 12,400 | 15,450 | T | [3.27.02.1.05.0005] |
---|
154 | 3.27.000340 | Jumlah Hijauan Pakan Ternak yang diproduksi | Ton | Ketersediaan Jumlah Hijauan Pakan Ternak bermutu dalam suatu Wilayah tertentu dan secara kontinyu | - | | - | - | - | 1,627 | 0.26 | 12,400 | 15,450 | T | [3.27.02.1.05.0004] |
---|
155 | 3.27.000341 | Jumlah Hijauan Pakan Ternak yang Sumbernya dari Daerah Kabupaten/Kota Lain | Ton | Banyaknya hijauan pakan ternak yang didatangkan dari daerah lain | - | - | - | - | - | 1,627 | 0.26 | 12,400 | 15,450 | T | [3.27.02.2.06.0002] |
---|
156 | 3.27.000342 | Jumlah Hijauan Pakan Ternak yang tersedia | Ton | Banyaknya hijauan pakan ternak yang tersedia | - | - | - | - | - | 1,627 | 0.26 | 12,400 | 15,450 | T | [3.27.02.1.05.0004] [3.27.02.2.05.0009] |
---|
157 | 3.27.000343 | Jumlah HPT yang beredar | Ton | Banyaknya hijauan pakan ternak yang beredar | - | - | - | - | - | 1,627 | 0.26 | 12,400 | 15,450 | T | [3.27.02.2.05.0004] |
---|
158 | 3.27.000344 | Jumlah infrastruktur peternakan yang direhabilitasi dan rekonstruksi | Unit | Ketersediaan Infrastruktur Peternakan yang direhabilitasi | 1 | - | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | T | [3.27.05.1.01.0006] [3.27.05.2.01.0007] |
---|
159 | 3.27.000345 | Jumlah izin laboratorium yang diawasi | Laporan | Ketersediaan Laboratorium yang memiliki perijinan dserta dalam oprasionalnya berada dalam pengawasan otoritas veteriner berwenang setempat | - | 1 | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.06.1.01.0002] |
---|
160 | 3.27.000347 | Jumlah izin usaha Distributor Obat Hewan yang diawasi | Laporan | Ketersediaan perizinan usaha obat hewan yang bertujuan untuk mencegah berbagai penyimpangan mutu obat hewan dalam rangka melindungi konsumen | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.06.1.02.0002] |
---|
161 | 3.27.000348 | Jumlah Izin Usaha Distributor Obat Hewan yang memenuhi komitmen | Laporan | Ketersediaan perizinan usaha obat hewan yang diberikan oleh pejabat yang berwenang kepada perorangan warga negara Indonesia atau badan usaha untuk penyediaan obat hewan yang memenuhi standar | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.06.1.02.0001] |
---|
162 | 3.27.000349 | Jumlah Izin Usaha Fasilitas Pemeliharaan Hewan yang diawasi | Laporan | banyaknya izin usaha fasilitas pemeliharaan hewan yang diawasi | - | - | 1 | - | 9 | 5 | - | - | - | T | |
---|
163 | 3.27.000350 | Jumlah izin usaha pasar hewan yang diawasi | Laporan | banyaknya izin usaha pasar hewan yang diawasi | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.06.2.02.0006] |
---|
164 | 3.27.000351 | Jumlah Izin Usaha Pengecer Obat Hewan yang diawasi | Laporan | banyaknya izin usaha pengecer obat hewan yang diawasi | 12 | - | 13 | 14 | 15 | 15 | 20 | 20 | 20 | T | [3.27.06.2.03.0002] |
---|
165 | 3.27.000352 | Jumlah Izin Usaha Pengecer Obat Hewan yang memenuhi komitmen | Laporan | banyaknya izin usaha obat hewan yang telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan | 12 | 13 | 13 | 14 | 15 | 15 | 20 | 20 | 20 | T | [3.27.06.2.03.0001] |
---|
166 | 3.27.000353 | Jumlah Izin Usaha Pertanian yang dinilai kelayakan dan diberikan pertimbangan teknis | Dokumen | Banyaknya izin usaha pertanian yang telah dinilai layak melalui pemberian pertimbangan teknis | - | 13 | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.06.2.01.0002] |
---|
167 | 3.27.000354 | Jumlah Izin Usaha Produksi Benih/Bibit Ternak yang diawasi | Laporan | banyaknya izin usaha produksi benih/bibit ternak yang diawasi | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.06.2.02.0002] |
---|
168 | 3.27.000355 | Jumlah Izin Usaha produksi Pakan yang diawasi | Laporan | banyaknya izin usaha produksi pakan ternak yang diawasi | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.06.2.02.0002] |
---|
169 | 3.27.000356 | Jumlah Izin Usaha Rumah Potong Hewan yang diawasi | Laporan | banyaknya izin usaha RPH yang diawasi | 1 | - | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | T | [3.27.06.2.02.0005] |
---|
170 | 3.27.000357 | Jumlah izin usaha Rumah Sakit Hewan, Klinik Hewan, Ambulatori, Praktik Dokter Hewan Mandiri/Puskeswan Mandiri, atau Tempat Pelayanan Paramedik veteriner | Laporan | banyaknya izin usaha rumah sakit hewan, klinik hewan, ambulatori, praktik dokter hewan mandiri/puskeswan mandiri, atau tempat pelayanan paramedik veteriner yang diawasi | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | T | [3.27.06.2.02.0006] |
---|
171 | 3.27.000358 | Jumlah Jalan Usaha Tani yang dikelola | Unit | Melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan serta menyampaikan laporan rekapitulasi hasil kegiatan di seluruh kabupaten penerima bantuan kepada Direktur Jenderal PSP | 6.21 | 1 | 0.69 | 2.34 | 1.999 | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0003] |
---|
172 | 3.27.000359 | Jumlah Jaringan Irigasi di Tingkat Usaha Tani yang dikelola | Unit | Panjang jaringan irigasi yang mendukung pengelolaan kawasan pertanian dan terhubung langsung ke lahan pertanian dan berfungsi baik | 4 | 8.64 | 2 | 4 | 5 | - | - | - | 1 | T | [3.27.03.1.01.0004] |
---|
173 | 3.27.000360 | Jumlah Jaringan Irigasi Usaha Tani yang dipelihara | Unit | Panjang jaringan irigasi yang dipelihara | 2 | 3 | 2 | 2 | 4 | - | - | - | 1 | T | [3.27.03.2.02.0010] |
---|
174 | 3.27.000361 | Jumlah Jaringan Irigasi Usaha Tani yang direhabilitasi | Unit | Panjang jaringan irigasi yang direhabilitasi dan diperbaiki dalam rangka pemeliharaan | - | 2 | - | - | - | - | - | - | 1 | T | [3.27.03.2.02.0010] |
---|
175 | 3.27.000362 | Jumlah kader zoonosis | Orang | Ketersediaan sumber daya manusia yang berperan dalam pencegahan zoonosis melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.1.01.0009] [3.27.04.2.01.0004] |
---|
176 | 3.27.000363 | Jumlah kasus Gangguan Usaha Perkebunan | Kasus | Jumlah penangaan kasus Gangguan Usaha Perkebunan (misalnya:konflik usaha perkebunan, perizinan usaha) | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.05.2.01.0003] |
---|
177 | 3.27.000364 | Jumlah kasus Pelanggaran Kesejahteraan Hewan yang ditangani | Kasus | Kasus pelanggaran yang diakibatkan oleh kesalahan dalam penanganan kesejahteraan hewan yang berhasil ditangani | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.2.05.0002] |
---|
178 | 3.27.000365 | Jumlah kasus penyimpangan Penyediaan dan Peredaran Obat Hewan yang dilakukan penindakan | Kasus | Penyimpangan yang terjadi dalam penyediaan dan peredaran obat hewan berdasarkan hasil pengawasan obat hewan dan diberhentikan peredarannya oleh otoritas veteriner setempat | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.06.0002] [3.27.02.2.04.0002] |
---|
179 | 3.27.000367 | Jumlah kasus zoonosis pada hewan | Kasus | Jumlah penyakit infeksius yang bersumber pada hewan sebagai dampak kerusakan lingkungan, pemanasan global dan urbanisasi yang progresif | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.1.01.0006] [3.27.04.2.01.0007] [3.27.05.2.01.0004] |
---|
180 | 3.27.000368 | Jumlah kasus zoonosis pada manusia | Kasus | Jumlah kasus penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.1.01.0006] [3.27.04.2.01.0007] |
---|
181 | 3.27.000369 | Jumlah Kebutuhan Benih | Ton | Jumlah benih yang dibutuhkan per hektar sesuai luasan yang tersedia | - | - | - | 13.75 | 18.8 | 19.5 | 70.165 | 76.675 | - | T | [3.27.02.1.01.0001] [3.27.02.2.01.0001] |
---|
182 | 3.27.000370 | Jumlah kebutuhan dan sebaran sarana pascapanen hortikultura | Unit | data banyaknya unit sarana pascapanen hortikultura yang dibutuhkan kelompok tani hortikultura maupun yang sudah tersedia. Sarana pascapanen hortikultura berupa mesin pencuci, meja peniris, meja pengemas, dan keranjang pascapanen serta angkutan roda 3, dan sarana mendukung pascapanen hortikultura lain | - | - | - | - | - | 5 | 5 | 5 | 5 | T | [3.27.02.1.01.0006] |
---|
183 | 3.27.000371 | Jumlah kebutuhan dan sebaran sarana pascapanen Perkebunan | Unit | data jumlah kebutuhan dan sebaran unit alat atau mesin pascapanen tanaman perkebunan yang dimiliki poktan/gapoktan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.01.0003] |
---|
184 | 3.27.000372 | Jumlah Kebutuhan dan sebaran sarana pascapanen tanaman pangan | Unit | Jumlah sarana pascapanen tanaman pangan yang dibutuhkan oleh suatu daerah serta sebarannya | - | - | 12 | 3 | 1 | 6 | - | - | - | T | [3.27.02.1.01.0004] |
---|
185 | 3.27.000373 | Jumlah kebutuhan dan sebaran sarana pengolahan hasil hortikultura | Unit | data banyaknya unit sarana pengolahan hortikultura yang dibutuhkan kelompok tani hortikultura maupun yang sudah tersedia. Sarana pengolahan hortikultura sesuai komoditas seperti mesin penggiling, meja stainless, mesin vacuum frying, mesin deep drying, mesin pengering tipe rak, mesin continous sealer, freezer | - | - | - | - | 9 | - | 4 | 4 | 4 | T | [3.27.02.1.01.0007] |
---|
186 | 3.27.000375 | Jumlah kebutuhan dan sebaran sarana pengolahan hasil tanaman pangan | Unit | Jumlah sarana pengolahan hasil tanaman pangan yang dibutuhkan oleh suatu daerah serta sebarannya | | 2 | | | | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.01.0008] |
---|
187 | 3.27.000376 | Jumlah kegiatan pengawasan peredaran produk hewan | Laporan | Kegiatan pengawasan peredaran produk hewan yang dilaksanakan pada tempat / lalu lintas strategis | | | | | | 93 | 40 | 8 | 8 | T | [3.27.04.1.02.0006] [3.27.04.2.02.0005] |
---|
188 | 3.27.000377 | Jumlah kejadian penyakit hewan dan Zoonosis pada Hewan yang divalidasi | Kasus | Kasus penyakit hewan yang terjadi dan terlaporkan serta ditindaklanjuti untuk dilakukan penyidikan Penyakit Hewan dan Zoonosis dan dalam keadaan tertangani | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.04.1.01.0008] [3.27.04.2.01.0006] |
---|
189 | 3.27.000378 | Jumlah kejadian penyakit yang ditindaklanjuti dengan penyidikan Penyakit Hewan dan Zoonosis pada Hewan | Kasus | Kasus penyakit hewan yang terjadi dan ditindaklanjuti untuk dilakukan penyidikan Penyakit Hewan dan Zoonosis pada Hewan | | | | | | 109 | 418 | - | - | T | [3.27.04.1.01.0008] [3.27.04.2.01.0006] |
---|
190 | 3.27.000379 | Jumlah Kelembagaan Ekonomi Petani yang dibentuk | Unit | Jumlah Kelembagaan Ekonomi Petani yang dibentuk merujuk pada total organisasi atau kelompok petani yang sengaja didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi petani, seperti koperasi petani, asosiasi, atau unit bisnis lainnya yang berfokus pada aktivitas ekonomi di sektor pertanian. Kelembagaan ini bertujuan untuk memperkuat posisi tawar petani, meningkatkan akses pasar, dan memajukan kesejahteraan anggota melalui aktivitas ekonomi bersama. Jumlah tersebut dapat diukur berdasarkan data resmi atau registrasi kelembagaan ekonomi petani yang telah dibentuk dalam periode waktu tertentu. | 39 | | 39 | 39 | 39 | 39 | 39 | 40 | 41 | T | [3.27.07.2.01.0008] |
---|
191 | 3.27.000380 | Jumlah Kelembagaan Penyuluhan Pertanian di desa yang ditingkatkan kapasitasnya | Unit | Jumlah kelembagaan yang menangani penyuluhan tingkat desa | - | 39 | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.07.2.01.0001] |
---|
192 | 3.27.000381 | Jumlah Kelembagaan Penyuluhan Pertanian di Kecamatan yang ditingkatkan kapasitasnya | Unit | Jumlah kelembagaan yang menangani penyuluhan tingkat kecamatan | 1 | - | - | - | - | - | 5 | 5 | 5 | T | [3.27.07.2.01.0001] |
---|
193 | 3.27.000382 | Jumlah Kelembagaan Petani di Desa yang ditingkatkan kapasitasnya | Unit | Banyaknya kelembagaan petani di desa yang meningkat kapasitasnya setelah kegiatan peningkatan kapasitas, seperti sosialisasi, diklat atau workshop yang sesuai | - | 1 | - | - | - | - | - | 50 | 50 | T | [3.27.07.2.01.0002] |
---|
194 | 3.27.000383 | Jumlah Kelembagaan Petani di Kecamatan yang ditingkatkan kapasitasnya | Unit | Banyaknya kelembagaan petani di kecamatan yang meningkat kapasitasnya setelah kegiatan peningkatan kapasitas, seperti sosialisasi, diklat atau workshop yang sesuai | 15 | - | 49 | 48 | 49 | 49 | 49 | - | - | T | [3.27.07.2.01.0002] |
---|
195 | 3.27.000384 | Jumlah kelompok petani yang mendapat penyuluhan dan pemberdayaan | Kelompok | Jumlah Kelompok Petani adalah total kelompok yang terdiri dari petani yang aktif berkolaborasi dan bekerja bersama dalam suatu wilayah tertentu untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan pemasaran hasil pertanian, dan dapat diukur berdasarkan data resmi atau registrasi kelompok petani terbaru dalam periode waktu tertentu. | - | 20 | - | - | - | 83 | 90 | 54 | 54 | T | [3.27.07.1.02.0002] |
---|
196 | 3.27.000385 | Jumlah Ketersediaan Alsintan | Unit | Jumlah alat dan mesin pertanian pra panen yang tersedia baik dalam kondisi baik maupun perlu perbaikan atau rusak yang ada di kelompok masyarakat/masyarakat petani di tingkat provinsi | 373 | - | 389 | 389 | 427 | 427 | 21 | 16 | - | T | [3.27.02.1.01.0001] |
---|
197 | 3.27.000386 | Jumlah ketersediaan dan sebaran sarana pascapanen hortikultura dalam kondisi baik | Unit | data banyaknya unit sarana pascapanen hortikultura yang dimiliki kelompok tani hortikultura atau tersedia dalam kondisi baik/ beroperasi dengan baik. Sarana pascapanen hortikultura berupa mesin pencuci, meja peniris, meja pengemas, dan keranjang pascapanen serta angkutan roda 3, dan sarana mendukung pascapanen hortikultura lain | | 373 | | | | 5 | 5 | 5 | 5 | T | [3.27.02.1.01.0006] |
---|
198 | 3.27.000387 | Jumlah ketersediaan dan sebaran sarana pascapanen hortikultura dalam kondisi rusak | Unit | data banyaknya unit sarana pascapanen hortikultura yang dimiliki kelompok tani hortikultura atau tersedia dalam kondisi rusak/tidak dapat digunakan. Sarana pascapanen hortikultura berupa mesin pencuci, meja peniris, meja pengemas, dan keranjang pascapanen serta angkutan roda 3, dan sarana mendukung pascapanen hortikultura lain | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.01.0006] |
---|
199 | 3.27.000388 | Jumlah ketersediaan dan sebaran sarana pascapanen Perkebunan dalam kondisi baik | Unit | data jumlah ketersediaan dan sebaran unit alat atau mesin pascapanen tanaman perkebunan yang dimiliki poktan/gapoktan dalam kondisi baik | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.01.0003] |
---|
200 | 3.27.000389 | Jumlah ketersediaan dan sebaran sarana pascapanen Perkebunan dalam kondisi rusak | Unit | data jumlah ketersediaan dan sebaran unit alat atau mesin pascapanen tanaman perkebunan yang dimiliki poktan/gapoktan dalam kondisi rusak | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.01.0003] |
---|
201 | 3.27.000390 | Jumlah ketersediaan dan sebaran sarana pascapanen tanaman pangan dalam kondisi baik | Unit | Jumlah sarana pascapanen tanaman pangan yang sudah tersedia di suatu daerah serta sebarannya, yang berada dalam kondisi baik, dapat beroperasi | - | | - | 370 | - | 61 | 61 | 8 | 8 | T | [3.27.02.1.01.0004] |
---|
202 | 3.27.000391 | Jumlah ketersediaan dan sebaran sarana pascapanen tanaman pangan dalam kondisi rusak | Unit | Jumlah sarana pascapanen tanaman pangan yang sudah tersedia di suatu daerah serta sebarannya, yang berada dalam kondisi rusak, sehingga tidak dapat beroperasi | | 157 | | | | 3 | 3 | 3 | 1 | T | [3.27.02.1.01.0004] |
---|
203 | 3.27.000392 | Jumlah ketersediaan dan sebaran sarana pengolahan hasil hortikultura dalam kondisi baik | Unit | data banyaknya unit sarana pengolahan hortikultura yang dimiliki kelompok tani hortikultura atau tersedia dalam kondisi baik/ beroperasi dengan baik. Sarana pengolahan hortikultura sesuai komoditas seperti mesin penggiling, meja stainless, mesin vacuum frying, mesin deep drying, mesin pengering tipe rak, mesin continous sealer, freezer | | | | | | 6 | 4 | 4 | 4 | T | [3.27.02.1.01.0007] |
---|
204 | 3.27.000393 | Jumlah ketersediaan dan sebaran sarana pengolahan hasil hortikultura dalam kondisi rusak | Unit | data banyaknya unit sarana pengolahan hortikultura yang dimiliki kelompok tani hortikultura atau tersedia dalam kondisi rusak/tidak dapat digunakan. Sarana pengolahan hortikultura sesuai komoditas seperti mesin penggiling, meja stainless, mesin vacuum frying, mesin deep drying, mesin pengering tipe rak, mesin continous sealer, freezer | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.01.0007] |
---|
205 | 3.27.000394 | Jumlah ketersediaan dan sebaran sarana pengolahan hasil Perkebunan dalam kondisi baik | Unit | data jumlah kebutuhan dan sebaran unit alat atau mesin pengolahan hasil tanaman perkebunan yang dimiliki poktan/gapoktan dalam kondisi baik | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.01.0005] |
---|
206 | 3.27.000395 | Jumlah ketersediaan dan sebaran sarana pengolahan hasil Perkebunan dalam kondisi rusak | Unit | data jumlah kebutuhan dan sebaran unit alat atau mesin pengolahan hasil tanaman perkebunan yang dimiliki poktan/gapoktan dalam kondisi rusak | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.01.0005] |
---|
207 | 3.27.000396 | Jumlah ketersediaan dan sebaran sarana pengolahan hasil tanaman pangan dalam kondisi baik | Unit | Jumlah sarana pengolahan hasil tanaman pangan yang sudah tersedia di suatu daerah serta sebarannya, yang berada dalam kondisi baik, dapat beroperasi | | | | | | - | 45 | 14 | 14 | T | [3.27.02.1.01.0008] |
---|
208 | 3.27.000397 | Jumlah ketersediaan dan sebaran sarana pengolahan hasil tanaman pangan dalam kondisi rusak | Unit | Jumlah sarana pengolahan hasil tanaman pangan yang sudah tersedia di suatu daerah serta sebarannya, yang berada dalam kondisi rusak, sehingga tidak dapat beroperasi | - | | - | - | 2 | - | 1 | 1 | 1 | T | [3.27.02.1.01.0008] |
---|
209 | 3.27.000398 | Jumlah Ketersediaan Pestisida | Liter | Jumlah pestisida yang tersedia secara keseluruhan di masyarakat, baik pengadaan pribadi maupun bantuan pemerintah. | | 1 | | | | - | - | 19 | - | T | [3.27.02.1.01.0001] |
---|
210 | 3.27.000399 | Jumlah ketersediaan pupuk | Ton | Jumlah ketersediaan pupuk di masyarakat secara keseluruhan, baik itu pupuk subsidi maupun pupuk non subsidi | 1,168 | | 1,333 | 751 | 841 | 1,641 | 1,514.86 | 5.905 | 4 | T | [3.27.02.1.01.0001] |
---|
211 | 3.27.000400 | Jumlah Ketersediaan Sarana Pendukung Pertanian | Unit | jumlah dan jenis sarana pendukung pertanian yang tersedia dalam kondisi baik di daerah | - | 1,328 | 1 | 3 | - | - | 20 | - | 21 | T | [3.27.02.1.01.0001] |
---|
212 | 3.27.000401 | Jumlah Koordinasi dan Sinkronisasi Pengelolaan Jalan Usaha Tani | Unit | Melaksanakan koordinasi, pengendalian pelaksanaan, konstruksi dan pemanfaatan, monitoring dan evaluasi serta menyampaikan laporan rekapitulasi hasil kegiatan di seluruh kabupaten penerima bantuan kepada Direktur Jenderal PSP | 4 | 3 | 4 | 4 | 4 | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0003] |
---|
213 | 3.27.000402 | Jumlah Koordinasi dan Sinkronisasi Pengelolaan Jaringan Irigasi di Tingkat Usaha Tani | Kegiatan | Koordinasi dilakukan minimal 4 kali : (1) dan (2) persiapan (menyusun petunjuk pelaksanaan sebagai penjabaran dari Petunjuk Teknis, menentukan CP/CL), (3) bimbingan (pelaksanaan kegiatan), (4) monitoring dan evaluasi kegiatan (setelah pelaksanaan kegiatan selesai) | | 4 | | | | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0004] |
---|
214 | 3.27.000403 | Jumlah koordinasi dan Sinkronisasi Peredaran Sarana Pertanian | Kegiatan | adalah jumlah kegiatan pertemuan multipihak baik secara langsung maupun tidak langsung, yang menghasilkan kesepakatan bersama terkait sarana peredaran pertanian. Kesepakatan diputuskan untuk mencapai output bersama, dan dapat dalam bentuk pembagian peran pelaksanaan suatu kebijakan ataupun kewenangan. | - | | 8 | 5 | 8 | 10 | 2 | - | 2 | T | [3.27.02.1.01.0002] |
---|
215 | 3.27.000404 | Jumlah Koordinasi dan Sinkronisasi Prasarana Pendukung Pertanian lainnya | Laporan | adalah jumlah kegiatan pertemuan multipihak baik secara langsung maupun tidak langsung, yang menghasilkan kesepakatan bersama terkait penggunaan, pengelolaan, termasuk pemeliharaan prasarana pendukung pertanian lainnya. Kesepakatan diputuskan untuk mencapai output bersama, dan dapat dalam bentuk pembagian peran pelaksanaan suatu kebijakan ataupun kewenangan. | | 5 | | | | - | 1 | - | - | T | [3.27.03.2.01.0003] |
---|
216 | 3.27.000405 | Jumlah Koordinasi, Sinkronisasi Prasarana Pendukung Pertanian Lainnya | Laporan | adalah jumlah kegiatan pertemuan multipihak baik secara langsung maupun tidak langsung, yang menghasilkan kesepakatan bersama dalam pelaksanaan pengelolaan prasarana pendukung pertanian lainnya. Kesepakatan diputuskan untuk mencapai output bersama, dan dapat dalam bentuk pembagian peran pelaksanaan suatu kebijakan ataupun kewenangan. | | | | | | - | 1 | - | - | T | [3.27.03.1.01.0009] |
---|
217 | 3.27.000406 | Jumlah Koorporasi Petani, Jumlah manajemen koorporasi petani yang mendapatkan pendampingan | Unit | Jumlah Korporasi Petani merujuk pada total entitas atau badan hukum yang dibentuk oleh sekelompok petani yang bekerja bersama dalam struktur korporasi untuk meningkatkan kapasitas produksi, pengolahan, dan pemasaran hasil pertanian di suatu wilayah tertentu, dan dapat diukur berdasarkan data resmi atau registrasi korporasi petani terbaru dalam periode waktu tertentu. - Jumlah Manajemen Korporasi Petani yang Mendapatkan Pendampingan adalah total individu atau tim manajemen dalam korporasi petani yang telah menerima bimbingan, pelatihan, atau konsultasi dari pihak ketiga (seperti pemerintah, LSM, atau konsultan) untuk meningkatkan kinerja dan kapabilitas manajerial korporasi, dan dapat diukur berdasarkan laporan atau bukti pendampingan yang diterima dalam periode waktu tertentu. | - | | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.07.1.03.0005] |
---|
218 | 3.27.000407 | Jumlah Korporasi Petani | Unit | Jumlah Korporasi Petani merujuk pada total entitas atau badan hukum yang dibentuk oleh sekelompok petani yang bekerja bersama dalam struktur korporasi untuk meningkatkan kapasitas produksi, pengolahan, dan pemasaran hasil pertanian di suatu wilayah tertentu, dan dapat diukur berdasarkan data resmi atau registrasi korporasi petani terbaru dalam periode waktu tertentu. | - | - | - | - | - | - | - | 39 | 39 | T | [3.27.07.1.03.0006] |
---|
219 | 3.27.000408 | Jumlah Laboratorium | Unit | banyaknya laboratorium yang digunakan dalam rangka kegiatan analisa kesehatan hewan yang beroperasi dan berfungsi baik | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.2.03.0001] |
---|
220 | 3.27.000409 | Jumlah Laboratorium Benih atau Balai Benih yang dibangun | Unit | Laboratorium Benih atau Balai Benih yang akan dibangun di Provinsi | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0022] |
---|
221 | 3.27.000410 | Jumlah laboratorium Benih atau Balai Benih yang terpelihara | Unit | Jumlah laboratorium Benih atau Balai Benih yang terpelihara | - | - | - | - | - | - | 1 | - | - | T | [3.27.03.1.01.0022] |
---|
222 | 3.27.000411 | Jumlah Laboratorium Pertanian yang dibangun | Unit | Banyaknya laboratorium yang dibangun/dikembangkan untuk mendukung penelitian, upaya pengembangan jaringan/kultivar/SDG dalam rangka pengembangan kualitas produksi pertanian | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0007] |
---|
223 | 3.27.000413 | Jumlah laboratorium Peternakan dan Kesehatan Hewan yang dibangun | Unit | unit pengujian terhadap tingkat kesehatan hewan/ternak yang bersifat penyakit infeksius atau penyakit non infeksius yang akan terbangun pada suatu wilayah | - | - | - | 1 | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0007] |
---|
224 | 3.27.000414 | Jumlah laboratorium Peternakan dan Kesehatan Hewan yang terpelihara | Unit | Ketersediaan Laboratorium Peternakan dan Kesehatan Hewan yang terpelihara | - | - | - | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | T | [3.27.03.1.01.0022] |
---|
225 | 3.27.000415 | Jumlah Laporan kejadian penyakit hewan dan zoonosis pada Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional | Kasus | Kasus penyakit hewan yang terjadi dan terlaporkan serta ditindaklanjuti untuk dilakukan penyidikan Penyakit Hewan dan Zoonosis pada Hewan | - | - | - | - | - | 727 | 418 | 708 | - | T | [3.27.04.1.01.0008] [3.27.04.2.01.0006] |
---|
226 | 3.27.000416 | Jumlah Laporan Pengawasan Benih/Bibit Ternak Bersertifikat yang beredar | Laporan | Banyaknya kegiatan pengawasan yang dilakukan terhadap benih/bibit ternak bersertifikat yang beredar | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.05.0003] [3.27.02.2.05.0007] |
---|
227 | 3.27.000417 | Jumlah layanan jasa medik veteriner | Unit | Layanan penanganan penyakit hewan yang dilakukan oleh petugas berwenang (medik veteriner) | 57 | - | 121 | 137 | 127 | 110 | 48 | 72 | 102 | T | [3.27.04.1.01.0005] |
---|
228 | 3.27.000418 | Jumlah Luas area Bencana Alam Bidang Hortikultura | Ha | Luas areal hortikultura yang terkena dampak bencana alam pada suatu wilayah | | 139 | | | | 2 | - | - | - | T | [3.27.05.1.01.0005] [3.27.05.2.01.0006] |
---|
229 | 3.27.000419 | Jumlah Luas area Bencana Alam Bidang Perkebunan | Ha | luas area perkebunan yang terdampak bencana alam | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.05.1.01.0005] [3.27.05.2.01.0006] |
---|
230 | 3.27.000420 | Jumlah Luas area Bencana Alam Bidang Tanaman Pangan | Ha | Luas areal tanaman pangan yang terkena dampak bencana alam pada suatu wilayah | - | | - | - | - | 261.5 | 12.75 | - | - | T | [3.27.05.1.01.0005] [3.27.05.2.01.0006] |
---|
231 | 3.27.000421 | Jumlah Luas area Pasca Bencana Alam Bidang Hortikultura yang ditanggulangi | Ha | Luas areal hortikultura melewati masa kebencanaan. Melewati masa kebencanaan berarti telah masuk pada masa rehabilitasi/ penataan kembali | | - | | | | - | - | - | - | T | [3.27.05.1.01.0005] [3.27.05.2.01.0006] |
---|
232 | 3.27.000422 | Jumlah Luas area Pasca Bencana Alam Bidang Perkebunan yang ditanggulangi | Ha | Luas areal perkebunan melewati masa kebencanaan. Melewati masa kebencanaan berarti telah masuk pada masa rehabilitasi/ penataan kembali | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.05.1.01.0005] [3.27.05.2.01.0006] |
---|
233 | 3.27.000423 | Jumlah Luas area Pasca Bencana Alam Bidang Tanaman Pangan yang ditanggulangi | Ha | Luas areal tanaman pangan yang dapat ditangani, yang terkena dampak bencana alam pada suatu wilayah | - | | - | - | - | - | 4.3 | - | - | T | [3.27.05.1.01.0005] [3.27.05.2.01.0006] |
---|
234 | 3.27.000424 | Jumlah Luas area terdampak Perubahan Iklim (DPI) Hortikultura | Ha | luas area kawasan hortikultura yang terdampak perubahan iklim (DPI) | | - | | | | - | - | - | - | T | [3.27.05.1.01.0002] [3.27.05.2.01.0002] |
---|
235 | 3.27.000425 | Jumlah Luas area terdampak Perubahan Iklim (DPI) Hortikultura yang ditangani | Ha | luas kawasan hortikultura yang terdampak perubahan iklim yang ditangani (difasilitasi bantuan/ dilakukan penanganan untuk mengurangi/ mengantisipasi dampak perubahan iklim) | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.05.1.01.0002] [3.27.05.2.01.0002] |
---|
236 | 3.27.000426 | Jumlah Luas area terdampak Perubahan Iklim (DPI) Perkebunan | Ha | Luas area perkebunan yang terdampak perubahan iklim | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.05.1.01.0002] [3.27.05.2.01.0002] |
---|
237 | 3.27.000427 | Jumlah Luas area terdampak Perubahan Iklim (DPI) Perkebunan yang ditangani | Ha | Luas area perkebunan yang terdampak perubahan iklim dan ditangani oleh OPD yang berwenang | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.05.1.01.0002] [3.27.05.2.01.0002] |
---|
238 | 3.27.000428 | Jumlah Luas area terdampak Perubahan Iklim (DPI) Tanaman Pangan | Ha | Jumlah luas area sebagai dampak dari perubahan iklim (seperti kenaikan temperatur, perubahan pola hujan dan angin) dan perubahan variabilitas iklim | - | | - | - | - | 261.5 | 12.75 | - | - | T | [3.27.05.1.01.0002] [3.27.05.2.01.0002] |
---|
239 | 3.27.000429 | Jumlah Luas area terdampak Perubahan Iklim (DPI) Tanaman Pangan yang ditangani | Ha | Jumlah luas areal tanaman pangan yang dapat ditangani sebagai dampak banjir dan kekeringan | - | - | - | - | - | - | 5 | - | - | T | [3.27.05.1.01.0002] [3.27.05.2.01.0002] |
---|
240 | 3.27.000430 | Jumlah Luas lahan pengembalaan umum yang diidentifikasi | Ha | Luasan areal penggembalaan umum yang teridentifikasi dapat digunakan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.2.04.0001] |
---|
241 | 3.27.000431 | Jumlah Luas lahan pengembalaan umum yang ditetapkan | Ha | Luasan areal penggembalaan umum yang ditetapkan dapat dimanfaatkan/digunakan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.2.04.0001] |
---|
242 | 3.27.000432 | Jumlah Luas Lahan Penggembalaan Umum yang dikelola | Ha | Luasan areal penggembalaan umum yang dikelola pemanfaatannya dengan baik | | - | | | | - | - | - | - | T | [3.27.03.2.04.0002] |
---|
243 | 3.27.000433 | Jumlah Luas Serangan OPT Hortikultura | Ha | luas area kawasan hortikultura yang terserang OPT (organisme pengganggu hama, penyakit, dan gulma) | | - | | | | 130 | - | - | - | T | [3.27.05.1.01.0001] [3.27.05.2.01.0001] |
---|
244 | 3.27.000434 | Jumlah Luas Serangan OPT Hortikultura yang ditangani | Ha | Jumlah luas area kawasan hortikultura yang dikendalikan/ditangani (jumlah/populasi OPT (organisme pengganggu hama, penyakit, dan gulma) berkurang/ intensitas serangan menurun) | | | | | | 130 | - | - | - | T | [3.27.05.1.01.0001] [3.27.05.2.01.0001] |
---|
245 | 3.27.000435 | Jumlah Luas Serangan OPT Perkebunan | Ha | luas area perkebunan yang terserang OPT | | | | | | 64 | - | - | - | T | [3.27.05.1.01.0001] [3.27.05.2.01.0001] |
---|
246 | 3.27.000436 | Jumlah Luas Serangan OPT Perkebunan yang ditangani | Ha | luas area perkebunan yang terserang OPT dan dikendalikan /ditangani oleh OPD yang berwenang | | | | | | 64 | - | - | - | T | [3.27.05.1.01.0001] [3.27.05.2.01.0001] |
---|
247 | 3.27.000437 | Jumlah Luas Serangan OPT Tanaman Pangan | Ha | Jumlah luas areal tanaman pangan yang terserang organisme pengganggu tumbuhan (hama, penyakit, dan gulma) sehingga menyebabkan kerusakan, gangguan kehidupan atau kematian pada tumbuhan | 30 | | 30 | 30 | 30 | 30 | 238 | 176 | 3 | T | [3.27.05.1.01.0001] [3.27.05.2.01.0001] |
---|
248 | 3.27.000438 | Jumlah Luas Serangan OPT Tanaman Pangan yang ditangani | Ha | Jumlah luas areal tanaman pangan yang sembuh (tidak bertambah/populasi OPT tidak meningkat/intensitas serangan OPT tidak meningkat) akibat adanya tindakan pengendalian | | 30 | | | | - | 238 | 176 | 3 | T | [3.27.05.1.01.0001] [3.27.05.2.01.0001] |
---|
249 | 3.27.000439 | Jumlah luasan Penanganan Kebakaran Lahan Usaha Perkebunan | Ha | Luasan area kebakaran hutan yang tertangani | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.05.1.01.0003] [3.27.05.2.01.0003] |
---|
250 | 3.27.000440 | Jumlah luasan Pencegahan Kebakaran Lahan Usaha Perkebunan | Ha | Luasan area yang berpotensi mengalami kebakaran lahandan dilakukan upaya pencegahannya | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.05.1.01.0003] [3.27.05.2.01.0003] |
---|
251 | 3.27.000441 | Jumlah masyarakat yang mengikuti kegiatan peningkatan kesadaran terhadap Kesehatan masyarakat veteriner dan kesejahteraan hewan | Orang | sekelompok atau golongan masyarakat yang sadar terhadap kesehatan masyarakat veteriner sesuai dengan sanitasi persyaratan teknis | - | | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.1.03.0007] |
---|
252 | 3.27.000442 | Jumlah masyarakat yang mengikuti kegiatan peningkatan kesadaran terhadap kesmavet dan kesejahteraan hewan | Orang | Banyaknya masayarakat yang teredukasi dan meningkat pemahamannya terhadap kesmavet dan keswan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.2.04.0008] |
---|
253 | 3.27.000443 | Jumlah Medik Veteriner yang mengikuti pengembangan kapasitas | Orang | Ketersediaan Petugas Medik Veteriner yang memiliki kewenangan dan hak secara penuh untuk melakukan kegiatan pengawasan , sesuai dengan prosedur dan teknik kerja tertentu | | - | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | T | [3.27.02.1.04.0005] |
---|
254 | 3.27.000444 | Jumlah obat hewan bermutu, berkhasiat dan aman yang beredar | Dokumen | Obat hewan yang telah lolos pengawasan oleh Tim Inspeksi Good manufacturing practise (GMP) atau cara pembuatan obat hewan yang baik (CPOHB) dari Veterinary Drug & Animal Feed Administration & Control Authority (VDFACA) dan siap untuk didistribusikan | - | 1 | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.06.0001] [3.27.02.2.04.0001] |
---|
255 | 3.27.000445 | Jumlah Paramedik Veteriner yang mengikuti pengembangan kapasitas | Orang | Ketersediaan Petugas Paramedik Veteriner yang memiliki kewenangan dan hak secara penuh untuk melakukan kegiatan pengawasan , sesuai dengan prosedur dan teknik kerja tertentu | | - | 2 | - | - | - | 2 | 2 | 2 | T | [3.27.02.1.04.0005] |
---|
256 | 3.27.000446 | Jumlah pascapanen perkebunan | Unit | banyaknya sarana dan prasarana pascapanen perkebunan guna mendukung pencapaian produksi (misal Bangungan dan alat pascapanen yang digunakan poktan/gapoktan/kelembagaan ekonomi petani untuk Pengolahan hasil perkebunan) | | - | | | | - | - | - | - | T | [3.27.03.2.01.0010] |
---|
257 | 3.27.000447 | Jumlah Pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu SDG Tumbuhan dan Mikroorganisme | Laporan | pelaksanaan tata kelola yang bertujuan meningkatkan kualitas/mutu tumbuhan dan organisme | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.03.0004] |
---|
258 | 3.27.000448 | Jumlah pelayanan jasa laboratorium | Laporan | banyaknya pelayanan jasa pada laboratorium kesehatan hewan yang beroperasi dan berfungsi baik | - | | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.2.03.0001] |
---|
259 | 3.27.000449 | Jumlah Pelayanan Jasa Medik Veteriner | Laporan | Banyaknya pelayanan yang dilakukan oleh petugas medik veteriner pada tahun berjalan | 57 | - | 121 | 137 | 127 | 110 | 48 | 72 | 102 | T | [3.27.04.2.03.0002] |
---|
260 | 3.27.000450 | Jumlah pembangunan Pemeliharaan Laboratorium Keswan dan Kesmavet | Unit | Laboratorium Keswan dan Kesmavet mempunyai fungsi pengawasan, pengamatan, pemantauan penyakit hewan yang bersifat zoonosis dan non zoonosis serta kualitas pangan asal hewan yang akan dibangun di seluruh wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi | - | 139 | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0012] |
---|
261 | 3.27.000451 | Jumlah pembinaan dan pengawasan lahan penggembalaan umum | Laporan | Banyaknya kegiatan pembinaan dan pengawsan terhadpa lahan penggembalaan umum | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.2.04.0003] |
---|
262 | 3.27.000452 | Jumlah pemeliharaan Pemeliharaan Laboratorium Keswan dan Kesmavet | Unit | Laboratorium Keswan dan Kesmavet mempunyai fungsi pengawasan, pengamatan, pemantauan penyakit hewan yang bersifat zoonosis dan non zoonosis serta kualitas pangan asal hewan yang memerlukan pemeliharaan berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi | - | - | - | - | 1 | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0012] |
---|
263 | 3.27.000453 | Jumlah Pemeriksaan Kesehatan Hewan di Perbatasan Tempat Pemeriksan HPM | Laporan | Pemeriksaan yang dilakukan terhadap HPM atau terduga pembawa kasus penyakit menular di tempat pemeriksaan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.1.02.0004] [3.27.04.2.02.0006] |
---|
264 | 3.27.000454 | Jumlah Pemeriksaan Media Pembawa Penyakit Hewan Lainnya di Perbatasan Tempat Pemeriksan HPM | Laporan | Pemeriksaan yang dilakukan terhadap HPM atau terduga pembawa kasus penyakit menular di tempat pemeriksaan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.1.02.0004] [3.27.04.2.02.0006] |
---|
265 | 3.27.000455 | Jumlah pemeriksaan mutu, khasiat dan keamanan obat hewan yang bereda | Laporan | Obat hewan yang telah lolos pengawasan oleh Tim Inspeksi Good manufacturing practise (GMP) atau cara pembuatan obat hewan yang baik (CPOHB) dari Veterinary Drug & Animal Feed Administration & Control Authority (VDFACA) dan siap untuk didistribusikan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.2.04.0001] |
---|
266 | 3.27.000456 | Jumlah Pemeriksaan Produk Hewan di Perbatasan Tempat Pemeriksan HPM | Laporan | Pemeriksaan yang dilakukan terhadap produk hewan baik olahan maupun non olahan di tempat pemeeriksaan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.1.02.0004] [3.27.04.2.02.0006] |
---|
267 | 3.27.000458 | Jumlah Penatausahaan Penerbitan Izin Usaha Fasilitas Pemeliharaan Hewan | Dokumen | Kegiatan administrasi yang dilakukan sebagai salah satu proses penerbitan izin usaha fasilitas pemeliharaan hewan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.06.2.02.0001] |
---|
268 | 3.27.000459 | Jumlah Penatausahaan Penerbitan Izin Usaha Produksi Benih/Bibit Ternak dan Pakan | Dokumen | Kegiatan administrasi yang dilakukan sebagai salah satu proses penerbitan izin usaha produksi benih/bibit ternak dan pakan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.06.2.02.0001] |
---|
269 | 3.27.000460 | Jumlah Penatausahaan Penerbitan Izin Usaha Rumah Potong Hewan | Dokumen | Kegiatan administrasi yang dilakukan sebagai salah satu proses penerbitan izin usaha rumah potong hewan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.06.2.02.0001] |
---|
270 | 3.27.000461 | Jumlah Penatausahaan Penerbitan Izin Usaha Rumah Sakit Hewan/Pasar Hewan | Dokumen | Kegiatan administrasi yang dilakukan sebagai salah satu proses penerbitan izin usaha rumah sakit hewan/pasar hewan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.06.2.02.0001] |
---|
271 | 3.27.000462 | Jumlah pendampingan penggunaan sarana pendukung pertanian | Laporan | Pendampingan penggunaan sarana pendukung pertanian adalah kegiatan fasilitasi, advokasi, dan komunikasi terhadap penggunaan sarana pendukung pertanian agar terjamin mutu dan efektivitasnya, serta kelestarian lingkungan hidup dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. | | - | | | | - | - | 14 | 18 | T | [3.27.02.2.01.0002] |
---|
272 | 3.27.000463 | Jumlah Penerapan Persyaratan Teknis untuk Pemasukan dan/atau Pengeluaran Produk Hewan | Laporan | Banyaknya penerapan terhadap persyaratan teknis pemasukan dan/atau pengeluaran produk hewan dari dan ke luar daerah Kab/Kota | 16 | | 112 | 124 | 110 | 93 | 40 | 15 | 20 | T | [3.27.04.2.02.0004] |
---|
273 | 3.27.000464 | Jumlah Pengadaan Benih Ternak yang Sumbernya dari Daerah Provinsi Lain | Dosis | Penyediaan Benih Ternak yang sumber nya berasal dari daerah lain dengan kondisi surplus benih ternak | - | 131 | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.07.0003] |
---|
274 | 3.27.000465 | Jumlah Pengadaan Bibit Ternak yang Sumbernya dari Daerah kabupaten/kota Lain | Ekor | Banyaknya bibit ternak yang didatangkan dari daerah lain | 1963 | - | 1428 | 1376 | 2185 | 972 | 769 | - | 3 | T | [3.27.02.2.06.0003] |
---|
275 | 3.27.000466 | Jumlah Pengadaan Bibit Ternak yang Sumbernya dari Daerah Provinsi Lain | Ekor | Penyediaan Bibit Ternak yang sumber nya berasal dari daerah lain dengan kondisi surplus bibit ternak | - | 7153 | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.07.0004] |
---|
276 | 3.27.000467 | Jumlah Pengawasan Kesehatan Hewan di Perbatasan di Perbatasan Tempat Pemeriksan HPM | Laporan | Kegiatan pengawasan kesehatan hewan di daerah perbatasan tempat pemeriksaan hewan dan media pembawa penyakit | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.2.02.0006] |
---|
277 | 3.27.000468 | Jumlah Pengawasan Kesehatan Hewan di Perbatasan Tempat Pemeriksan HPM | Laporan | Pengawasan yang dilakukan terhadap HPM atau terduga tertular kasus penyakit di tempat pemeriksaan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.1.02.0004] |
---|
278 | 3.27.000469 | Jumlah Pengawasan Media Pembawa Penyakit Hewan Lainnya di Perbatasan Tempat Pemeriksan HPM | Laporan | Pengawasan yang dilakukan terhadap HPM atau terduga pembawa kasus penyakit menular di tempat pemeriksaan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.1.02.0004] [3.27.04.2.02.0006] |
---|
279 | 3.27.000470 | Jumlah Pengawasan Penerapan Persyaratan Teknis untuk Pemasukan dan/atau Pengeluaran Hewan | Laporan | Pengawasan dengan Penerapan Persyaratan Teknis yang dilakukan dalam rangka Pemasukan/Pengeluaran Hewan Hidup baik yang dilakukan oleh perorangan ataupun korporasi | 41 | - | 9 | 13 | 17 | 17 | 8 | 28 | 25 | T | [3.27.04.1.02.0007] [3.27.04.2.02.0004] |
---|
280 | 3.27.000471 | Jumlah Pengawasan Penerapan Persyaratan Teknis untuk Pemasukan dan/atau Pengeluaran Media Pembawa Penyakit Hewan Lainnya | Laporan | Pengawasan dengan Penerapan Persyaratan Teknis yang dilakukan dalam rangka Pemasukan/Pengeluaran Produk berupa media pembawa penyakit hewan baik yang dilakukan oleh perorangan ataupun korporasi | - | 8 | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.1.02.0007] [3.27.04.2.02.0004] |
---|
281 | 3.27.000472 | Jumlah Pengawasan Penerapan Persyaratan Teknis untuk Pemasukan dan/atau Pengeluaran Produk Hewan | Laporan | Pengawasan dengan Penerapan Persyaratan Teknis yang dilakukan dalam rangka Pemasukan/Pengeluaran Produk Hewan baik yang dilakukan oleh perorangan ataupun korporasi | 16 | - | 112 | 124 | 110 | 93 | 40 | 15 | 20 | T | [3.27.04.1.02.0007] |
---|
282 | 3.27.000473 | Jumlah Pengawasan Produk Hewan di Perbatasan Tempat Pemeriksan HPM | Laporan | Pengawasan yang dilakukan terhadap produk hewan baik olahan maupun non olahan di tempat pemeriksaan | - | 131 | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.1.02.0004] [3.27.04.2.02.0006] |
---|
283 | 3.27.000474 | Jumlah penggunaan alsintan | Unit | Kegiatan pengawasan alat dan mesin pertanian pra panen yang meliputi pembinaan, monitoring dan evaluasi, serta pelaporan pemanfaatan bantuan alsintan pra panen di tingkat kabupaten/kota | 333 | - | 364 | 364 | 400 | - | - | - | - | T | [3.27.02.2.01.0001] |
---|
284 | 3.27.000475 | Jumlah penggunaan pestisida | Liter | kegiatan Penglolaan Pestisida meliputi Pendataan Pestisida yang beredar, Pemberian informasi kepada petani tentang penggunaan pestisida yang aman dan efektif, serta alternatif ramah lingkungan, pengawasan terhadap distribusi dan memberikan pemahaman kepada petani khususnya dalam membaca label agar petani terhindar dari kesalahan dalam penggunaan pestisida | - | 333 | 57 | 110 | 150 | 100 | 60 | 170 | - | T | [3.27.02.2.01.0001] |
---|
285 | 3.27.000476 | Jumlah penggunaan pupuk | Ton | kegiatan pengelolaan pupuk bersubsidi meliputi perencanaan penginputan, dan penetapan alokasi pupuk bersubsidi, sosialisasi, pembinaan dan pelaksanaan pengawalan terhadap verifikasi dan validasi penyaluran pupuk bersubsidi tingkat kabupaten/kota yang dilakukan oleh tim Kecamatan Kegiatan Pengelolaan Pupuk Non Subsidi meliputi kegiatan pendataan pupuk dan pembenah tanah yang terdaftar, pemantauan peredarannya di lapangan serta melakukan edukasi penggunaaan pupuk dan pembenah tanah yang tepat. | 1,161 | 50 | 1,333 | 751 | 841 | 1,641 | 1,514.86 | 1,120.84 | - | T | [3.27.02.2.01.0001] |
---|
286 | 3.27.000477 | Jumlah penggunaan sarana pascapanen hortikultura | Unit | banyaknya sarana pascapanen hortikultura yang digunakan kelompok tani/ gapoktan/ asosiasi/ pelaku usaha hortikultura | | 1,328 | | | | 7 | 5 | 5 | 5 | T | [3.27.02.2.01.0016] |
---|
287 | 3.27.000478 | Jumlah penggunaan sarana pascapanen hortikultura dalam kondisi baik | Unit | banyaknya sarana pascapanen hortikultura yang digunakan kelompok tani/ gapoktan/ asosiasi/ pelaku usaha hortikultura yang masih dalam kondisi baik | | | | | | 7 | 5 | 5 | 5 | T | [3.27.02.2.01.0016] |
---|
288 | 3.27.000479 | Jumlah penggunaan sarana pascapanen hortikultura dalam kondisi rusak | Unit | banyaknya sarana pascapanen hortikultura yang digunakan kelompok tani/ gapoktan/ asosiasi/ pelaku usaha hortikultura yang masih dalam kondisi rusak | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.02.2.01.0016] |
---|
289 | 3.27.000480 | Jumlah penggunaan sarana pascapanen Perkebunan | Unit | banyaknya sarana pascapanen perkebunan yang digunakan kelompok tani/ gapoktan/ pelaku usaha perkebunan | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.02.2.01.0006] |
---|
290 | 3.27.000481 | Jumlah penggunaan sarana pascapanen Perkebunan dalam kondisi baik | Unit | banyaknya sarana pascapanen perkebunan yang digunakan kelompok tani/ gapoktan/ pelaku usaha perkebunan masih dalam kondisi baik | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.02.2.01.0006] |
---|
291 | 3.27.000482 | Jumlah penggunaan sarana pascapanen Perkebunan dalam kondisi rusak | Unit | banyaknya sarana pascapanen perkebunan yang digunakan kelompok tani/ gapoktan/ pelaku usaha perkebunanyang rusak | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.02.2.01.0006] |
---|
292 | 3.27.000483 | Jumlah penggunaan sarana pascapanen tanaman pangan | Unit | Jumlah penggunaan sarana pascapanen tanaman pangan | - | | 14 | 3 | 18 | 15 | 8 | 8 | 8 | T | [3.27.02.2.01.0014] |
---|
293 | 3.27.000484 | Jumlah penggunaan sarana pascapanen tanaman pangan dalam kondisi baik | Unit | Jumlah penggunaan sarana pascapanen tanaman pangan dalam kondisi baik | - | 5 | 14 | 3 | 18 | 15 | 8 | 8 | 8 | T | [3.27.02.2.01.0014] |
---|
294 | 3.27.000485 | Jumlah penggunaan sarana pascapanen tanaman pangan dalam kondisi rusak | Unit | Jumlah sarana pascapanen tanaman pangan yang sudah tersedia di suatu daerah serta sebarannya, yang berada dalam kondisi rusak, sehingga tidak dapat beroperasi | - | 5 | - | - | - | 3 | 3 | 3 | 1 | T | [3.27.02.2.01.0014] |
---|
295 | 3.27.000486 | Jumlah penggunaan sarana pendukung pertanian lainnya | Unit | Pengawasan sarana pendukung pertanian adalah serangkaian kegiatan pemeriksaan terhadap pengadaan, peredaran dan penggunaan sarana pendukung pertanian agar terjamin mutu dan efektivitasnya, serta kelestarian lingkungan hidup dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. | | - | | | | - | - | - | - | T | [3.27.02.2.01.0001] |
---|
296 | 3.27.000487 | Jumlah penggunaan sarana pengolahan hasil hortikultura | Unit | banyaknya sarana pengolahan hortikultura yang digunakan kelompok tani/ gapoktan/ asosiasi/ pelaku usaha hortikultura | | | | | | 6 | 4 | 4 | 4 | T | [3.27.02.2.01.0007] |
---|
297 | 3.27.000488 | Jumlah penggunaan sarana pengolahan hasil hortikultura dalam kondisi baik | Unit | banyaknya sarana pengolahan hortikultura yang digunakan kelompok tani/ gapoktan/ asosiasi/ pelaku usaha hortikultura yang masih dalam kondisi baik | | | | | | 6 | 4 | 3 | 3 | T | [3.27.02.2.01.0007] |
---|
298 | 3.27.000489 | Jumlah penggunaan sarana pengolahan hasil hortikultura dalam kondisi rusak | Unit | banyaknya sarana pengolahan hortikultura yang digunakan kelompok tani/ gapoktan/ asosiasi/ pelaku usaha hortikultura yang masih dalam kondisi rusak | | | | | | - | - | 1 | 1 | T | [3.27.02.2.01.0007] |
---|
299 | 3.27.000490 | Jumlah penggunaan sarana pengolahan hasil Perkebunan | Unit | banyaknya sarana pengolahan perkebunan yang digunakan kelompok tani/ gapoktan/ pelaku usaha perkebunan | | | | | | - | 1 | - | - | T | [3.27.02.2.01.0012] |
---|
300 | 3.27.000491 | Jumlah penggunaan sarana pengolahan hasil Perkebunan dalam kondisi baik | Unit | banyaknya sarana pengolahan perkebunan yang digunakan kelompok tani/ gapoktan/ pelaku usaha perkebunan masih dalam kondisi baik | | | | | | - | 1 | - | - | T | [3.27.02.2.01.0012] |
---|
301 | 3.27.000492 | Jumlah penggunaan sarana pengolahan hasil Perkebunan dalam kondisi rusak | Unit | banyaknya sarana pengolahan perkebunan yang digunakan kelompok tani/ gapoktan/ pelaku usaha perkebunanyang rusak | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.02.2.01.0012] |
---|
302 | 3.27.000493 | Jumlah penggunaan sarana pengolahan hasil tanaman pangan | Unit | Jumlah penggunaan sarana pengolahan hasil tanaman pangan | - | | - | - | - | - | 45 | 14 | 14 | T | [3.27.02.2.01.0005] |
---|
303 | 3.27.000494 | Jumlah penggunaan sarana pengolahan hasil tanaman pangan dalam kondisi baik | Unit | Jumlah penggunaan sarana pengolahan hasil tanaman pangan dalam kondisi baik | | - | | | | - | 45 | 14 | 14 | T | [3.27.02.2.01.0005] |
---|
304 | 3.27.000495 | Jumlah penggunaan sarana pengolahan hasil tanaman pangan dalam kondisi rusak | Unit | Jumlah penggunaan sarana pengolahan hasil tanaman pangan dalam kondisi rusak | | | | | | 1 | 1 | 1 | 1 | T | [3.27.02.2.01.0005] |
---|
305 | 3.27.000496 | Jumlah pengolahan hasil perkebunan | Unit | banyaknya sarana dan prasarana pengolahan perkebunan guna mendukung nilai tambah dan daya saing komoditas perkebunan (misal Bangungan dan alat pengolahan yang digunakan poktan/gapoktan/kelembagaan ekonomi petani untuk Pengolahan hasil perkebunan) | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.03.2.01.0010] |
---|
306 | 3.27.000497 | Jumlah penurunan kasus penyakit hewan menular dan zoonosis dalam 1 (satu) Daerah Kabupaten/Kota | Kasus | Penurunan jumlah kasus penyakit hewan menular dan zoonosis dibandingkan tahun sebelumnya dalam satu daerah kab/kota | - | | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.2.01.0008] |
---|
307 | 3.27.000498 | Jumlah penurunan kasus penyakit hewan menular dan zoonosis dalam 1 (satu) Daerah Provinsi | Kasus | Menurunnya kasus penyakit hewan menular strategis yang dapat menimbulkan angka kematian dan/atau angka kesakitan yang tinggi pada satu kawasan wilayah Provinsi | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.1.01.0007] |
---|
308 | 3.27.000499 | Jumlah penyimpangan Penyediaan dan Peredaran Obat Hewan | Kasus | Penyimpangan yang terjadi dalam penyediaan dan peredaran obat hewan berdasarkan hasil pengawasan obat hewan oleh otoritas veteriner setempat | | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.06.0002] [3.27.02.2.04.0002] |
---|
309 | 3.27.000500 | Jumlah Penyuluh Pertanian ASN yang telah mengikuti pengembangan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan | Orang | Jumlah Penyuluh Pertanian ASN yang mengikuti pendidikan dan pelatihan dalam rangka pengembangan karir dan peningkatan kompetensi | 18 | - | 18 | 18 | 18 | 18 | 18 | 17 | 16 | T | [3.27.07.1.01.0004] [3.27.07.2.01.0006] |
---|
310 | 3.27.000501 | Jumlah Penyuluh Pertanian Swadaya dan Swasta yang telah mengikuti pengembangan kompetensi | Orang | Jumlah Penyuluh Pertanian swadaya dan swasta yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan dalam rangka dan peningkatan kompetensi | - | 18 | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.07.1.01.0004] [3.27.07.2.01.0006] |
---|
311 | 3.27.000502 | Jumlah peralatan Laboratorium Keswan dan Kesmavet | Unit | Ketersediaan Peralatan Laboratorium Keswan dan Kesmavet mempunyai fungsi pengawasan, pengamatan, pemantauan penyakit hewan yang bersifat zoonosis dan non zoonosis serta kualitas pangan asal hewan di seluruh wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi | - | - | 2 | 2 | 2 | 2 | 2 | - | - | T | [3.27.03.1.01.0012] |
---|
312 | 3.27.000503 | Jumlah Peralatan Pos Pemeriksaan Kesehatan Hewan | Unit | Ketersediaan Peralatan pada Pos Pelayanan Terpadu Kesehatan Hewan dan Pemeriksaan Ternak Keliling yang ada pada suatu wilayah | - | - | 12 | 12 | 10 | 10 | 10 | - | - | T | [3.27.03.1.01.0024] |
---|
313 | 3.27.000504 | Jumlah perbanyakan/ produksi benih bersertifikat Tanaman Pangan (berbentuk biji/benih, seperti padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, porang, dan lain-lain) | Ton | Jumlah perbanyakan/ produksi benih tanaman pangan (berbentuk biji/benih, seperti padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, porang, dan lain-lain) dari varietas unggul yang telah disertifikasi | | - | | | | 18 | - | - | - | T | [3.27.02.1.02.0013] [3.27.02.2.01.0003] |
---|
314 | 3.27.000505 | Jumlah perbanyakan/ produksi benih bersertifikat Tanaman Pangan (berbentuk Setek, seperti ubi kayu, ubi jalar, dan lain-lain) | Setek | Jumlah perbanyakan/ produksi benih tanaman pangan (berbentuk Setek, seperti ubi kayu, ubi jalar, dan lain-lain) dari varietas unggul yang telah disertifikasi | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.02.0009] [3.27.02.2.01.0004] |
---|
315 | 3.27.000506 | Jumlah Petugas Medik Veteriner | Orang | Banyaknya petugas medik veteriner di daerah | | | | | | 1 | - | 1 | 1 | T | [3.27.04.2.03.0002] |
---|
316 | 3.27.000507 | Jumlah Petugas Pengawas Bibit Ternak yang mengikuti pengembangan kapasitas | Orang | Ketersediaan Petugas Pengawas Bibit Ternak yang memiliki kewenangan dan hak secara penuh untuk melakukan kegiatan pengawasan bibit ternak, sesuai dengan prosedur dan teknik kerja tertentu | - | | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.04.0005] |
---|
317 | 3.27.000508 | Jumlah Petugas Pengawas Mutu Pakan yang mengikuti pengembangan kapasitas | Orang | Ketersediaan Petugas Pengawas Mutu Pakan yang memiliki kewenangan dan hak secara penuh untuk melakukan kegiatan pengawasan Mutu Pakan, sesuai dengan prosedur dan teknik kerja tertentu | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.1.04.0005] |
---|
318 | 3.27.000509 | Jumlah Petugas Teknis Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner dan kesejehteraan hewan yang mengikuti pengembangan kompetensi | Orang | Jumlah Petugas Teknis Kesehatan Hewan, Kersehatan Masayarakat Veteriner yang sesuai standar dan mutu dalam rangka peningkatan mutu | 7 | - | 7 | 7 | 7 | 7 | 7 | 7 | 7 | T | [3.27.04.1.04.0004] [3.27.04.2.04.0007] |
---|
319 | 3.27.000510 | Jumlah petugas Teknis Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, dan kesejehteraan hewan yang mengikuti pengembangan kompetensi | Orang | Banyaknya petugas teknis kesehatan hewan, kesmavet dan keswan yang mengikuti pengembangan kompetensi | 7 | 7 | 7 | 7 | 7 | 7 | 7 | 7 | 7 | T | [3.27.04.1.04.0004] [3.27.04.2.04.0007] |
---|
320 | 3.27.000511 | Jumlah Pintu Air direhabilitasi | Unit | Jumlah Pintu Air yang direhabilitasi dan diperbaiki dalam rangka pemeliharaan untuk mendukung kegiatan budidaya pertanian | | 7 | | | | - | - | - | - | T | [3.27.03.2.02.0006] |
---|
321 | 3.27.000513 | Jumlah populasi ternak di wilayah sumber bibit ternak yang dilakukan pelestarian | Ekor | Banyaknya populasi ternak di wilayah sumber ternak yang dilestarikan | - | | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.2.03.0001] |
---|
322 | 3.27.000514 | Jumlah populasi ternak di wilayah sumber bibit ternak yang dilakukan pemanfaatan | Ekor | Banyaknya populasi ternak di wilayah sumber ternak yang dimanfaatkan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.2.03.0001] |
---|
323 | 3.27.000515 | Jumlah populasi ternak di wilayah sumber bibit Ternak yang dilestarikan dan dimanfaatkan | Ekor | Jumlah populasi ternak di wilayah sumber bibit Ternak yang dilestarikan dan dimanfaatkan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.02.0001] |
---|
324 | 3.27.000516 | Jumlah Pos Pemeriksaan Hewan Keliling | Unit | Ketersediaan Pos Pelayanan Terpadu Kesehatan Hewan dan Pemeriksaan Ternak Keliling yang ada pada suatu wilayah | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0024] |
---|
325 | 3.27.000517 | Jumlah Pos Pemeriksaan Hewan yang dibangun | Unit | Unit Pelayanan Pemeriksaan Hewan yang terbangun dan berguna dalam pengawasan, peredaran ternak dan pengendalian penyebaran penyakit hewan menular | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0024] |
---|
326 | 3.27.000518 | Jumlah Pos Pemeriksaan Hewan yang terehabilitasi | Unit | Unit Pelayanan Pemeriksaan Hewan yang terehabilitasi dan berguna dalam pengawasan, peredaran ternak dan pengendalian penyebaran penyakit hewan menular | | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0024] |
---|
327 | 3.27.000519 | Jumlah Pos Pemeriksaan Hewan yang terpelihara | Unit | Unit Pelayanan Pemeriksaan Hewan yang terpelihara dan berguna dalam pengawasan, peredaran ternak dan pengendalian penyebaran penyakit hewan menular | 1 | - | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | T | [3.27.03.1.01.0024] |
---|
328 | 3.27.000520 | Jumlah Prasarana Hortikultura Lainnya yang dibangun | Unit | Banyaknya prasarana hortikultura yang dibangun dan dikembangkan | | 1 | | | | - | 1 | 2 | 2 | T | [3.27.03.2.02.0009] |
---|
329 | 3.27.000521 | Jumlah Prasarana Hortikultura Lainnya yang direhabilitasi | Unit | Banyaknya prasarana hortikultura yang direhabilitasi dan diperbaiki dalam rangka pemeliharaan | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.03.2.02.0009] |
---|
330 | 3.27.000522 | Jumlah Prasarana Hortikultura Lainnya yang terpelihara | Unit | | | | | | | - | - | 2 | 2 | T | [3.27.03.2.02.0009] |
---|
331 | 3.27.000523 | Jumlah prasarana pascapanen hasil hortikultura | Unit | banyaknya prasarana yang digunakan untuk kegiatan pascapanen hortikultura | | | | | | 1 | 1 | 2 | 2 | T | [3.27.03.1.01.0014] [3.27.03.2.01.0008] |
---|
332 | 3.27.000524 | Jumlah prasarana pascapanen hasil perkebunan | Unit | banyaknya prasarana yang digunakan untuk kegiatan pascapanen hasil perkebunan | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0017] [3.27.03.2.01.0007] |
---|
333 | 3.27.000525 | Jumlah prasarana pascapanen hasil peternakan | Unit | Ketersediaan prasarana pascapanen hasil peternakan yang sesuai dengan prosedur penanganan pascapanen | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0019] [3.27.03.2.01.0009] |
---|
334 | 3.27.000526 | Jumlah prasarana pascapanen hasil tanaman pangan | Unit | Jumlah prasarana pascapanen hasil tanaman pangan | | | | | | 12 | 166 | 5 | 5 | T | [3.27.03.1.01.0023] [3.27.03.2.01.0006] |
---|
335 | 3.27.000527 | Jumlah Prasarana Pendukung Hortikultura | Unit | banyaknya prasarana pendukung kawasan hortikultura | | | | | | - | - | 2 | 2 | T | [3.27.03.2.01.0003] |
---|
336 | 3.27.000528 | Jumlah Prasarana Pendukung Perkebunan | Unit | banyaknya prasarana pendukung perkebunan | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.03.2.01.0003] |
---|
337 | 3.27.000529 | Jumlah Prasarana Pendukung Peternakan | Unit | Banyaknya prasarana pendukung peternakan yang digunakan dalam rangka mendukung produktivitas hasil peternakan | | | | | | 3 | - | - | - | T | [3.27.03.2.01.0003] |
---|
338 | 3.27.000530 | Jumlah Prasarana Pendukung Tanaman Pangan | Unit | banyaknya prasarana pendukung kawasan tanaman pangan | | | | | | 9 | - | 8 | 3 | T | [3.27.03.2.01.0003] |
---|
339 | 3.27.000531 | Jumlah prasarana pengolahan hasil hortikultura | Unit | banyaknya prasarana yang digunakan untuk kegiatan pengolahan hortikultura | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0011] [3.27.03.2.01.0011] |
---|
340 | 3.27.000532 | Jumlah prasarana pengolahan hasil perkebunan | Unit | banyaknya prasarana yang digunakan untuk kegiatan pasca panen dalam rangka pengolahan hasil perkebunan | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0020] [3.27.03.2.01.0013] |
---|
341 | 3.27.000533 | Jumlah prasarana pengolahan hasil tanaman pangan | Unit | Jumlah bangunan/rumah produksi pengolahan hasil tanaman pangan | | | | | | 29 | 38 | - | - | T | [3.27.03.1.01.0025] [3.27.03.2.01.0012] |
---|
342 | 3.27.000534 | Jumlah prasarana penyuluhan pertanian | Unit | Jumlah prasarana penyuluhan pertanian merujuk pada total bangunan, tanah, dan fasilitas fisik lainnya yang digunakan sebagai tempat atau lokasi untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan pertanian di suatu wilayah tertentu. Prasarana ini mencakup, tetapi tidak terbatas pada, gedung penyuluhan, aula, lapangan demonstrasi, laboratorium, dan fasilitas pendukung lainnya yang digunakan dalam proses penyuluhan. Jumlah tersebut dapat diukur berdasarkan data resmi atau inventarisasi prasarana penyuluhan pertanian yang ada dalam periode waktu tertentu. | 5 | | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | 8 | 9 | T | [3.27.07.2.01.0003] |
---|
343 | 3.27.000535 | Jumlah Prasarana Perkebunan Lainnya yang dibangun | Unit | Banyaknya prasarana perkebunan yang dibangun dan dikembangkan | | 5 | | | | - | - | - | - | T | [3.27.03.2.02.0009] |
---|
344 | 3.27.000536 | Jumlah Prasarana Perkebunan Lainnya yang direhabilitasi | Unit | Banyaknya prasarana perkebunan yang direhabilitasi dan diperbaiki dalam rangka pemeliharaan | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.03.2.02.0009] |
---|
345 | 3.27.000538 | Jumlah Prasarana Peternakan Lainnya yang dibangun | Unit | Banyaknya prasarana peternakan yang dibangun dan dikembangkan | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.03.2.02.0009] |
---|
346 | 3.27.000539 | Jumlah Prasarana Peternakan Lainnya yang direhabilitasi | Unit | Banyaknya prasarana peternakan yang direhabilitasi dan diperbaiki dalam rangka pemeliharaan | | | | | | 1 | 4 | 4 | 4 | T | [3.27.03.2.02.0009] |
---|
347 | 3.27.000541 | Jumlah Prasarana Tanaman Pangan Lainnya yang dibangun | Unit | Banyaknya prasarana tanaman pangan yang dibangun dan dikembangkan | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.03.2.02.0009] |
---|
348 | 3.27.000542 | Jumlah Prasarana Tanaman Pangan Lainnya yang direhabilitasi | Unit | Banyaknya prasarana tanaman pangan yang direhabilitasi dan diperbaiki dalam rangka pemeliharaan | | | | | | 8 | - | - | 1 | T | [3.27.03.2.02.0009] |
---|
349 | 3.27.000543 | Jumlah Prasarana Tanaman Pangan Lainnya yang terpelihara | Unit | Banyaknya Prasarana Tanaman Pangan Lainnya yang terpelihara | | | | | | 23 | 23 | 23 | 23 | T | [3.27.03.2.02.0009] |
---|
350 | 3.27.000544 | Jumlah produk hewan segar berkemasan yang memenuhi perstyaratan registrasi produk hewan | Produk | unit usaha produk hewan segar berkemasan yang telah untuk emenuhi syarat persyaratan higiene sanitasi sebagai jaminan keamanan dan kualitas untuk produk pangan asal ternak yang dikonsumsi masyarakat. | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.04.1.03.0008] [3.27.04.2.04.0009] |
---|
351 | 3.27.000546 | Jumlah Produksi Bahan Pakan/Pakan | Ton | Banyaknya produksi bahan pakan/pakan ternak yang dihasilkan | - | | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.2.05.0006] |
---|
352 | 3.27.000547 | Jumlah Produksi Benih Ternak | Dosis | Banyaknya produksi benih ternak yang dihasilkan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.2.05.0006] |
---|
353 | 3.27.000548 | Jumlah Produksi Bibit Ternak | Ekor | Banyaknya produksi bibit ternak yang dihasilkan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.2.05.0006] |
---|
354 | 3.27.000549 | Jumlah Produksi HPT | Ton | Banyaknya produksi hijau pakan ternak yang dihasilkan | - | - | - | - | - | 1627 | - | - | - | T | [3.27.02.2.05.0006] |
---|
355 | 3.27.000550 | Jumlah Puskeswan yang dibangun | Unit | Banyaknya Puskeswan yang dibangun dan dikembangkan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.2.02.0014] |
---|
356 | 3.27.000551 | Jumlah Puskeswan yang direhabilitasi | Unit | Banyaknya Puskeswan yang direhabilitasi dan diperbaiki dalam rangka pemeliharaan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.2.02.0014] |
---|
357 | 3.27.000553 | Jumlah rehabilitasi Pemeliharaan Laboratorium Keswan dan Kesmavet | Unit | Laboratorium Keswan dan Kesmavet mempunyai fungsi pengawasan, pengamatan, pemantauan penyakit hewan yang bersifat zoonosis dan non zoonosis serta kualitas pangan asal hewan yang memerlukan rehabilitasi di seluruh wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0012] |
---|
358 | 3.27.000554 | Jumlah Rekomendasi Pemasukan HPM | Rekomendasi | Dokumen yang berisikan perijinan pemasukan lalu lintas HPM dalam satu wilayahnyang dikeluarkan oleh otoritas veteriner | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.1.04.0003] [3.27.04.2.04.0006] |
---|
359 | 3.27.000555 | Jumlah Rekomendasi Pengeluaran HPM | Rekomendasi | Dokumen yang berisikan perijinan pengeluaran lalu lintas HPM dalam satu wilayahnyang dikeluarkan oleh otoritas veteriner | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.1.04.0003] [3.27.04.2.04.0006] |
---|
360 | 3.27.000556 | Jumlah rencana pengembangan Kawasan Hortikultura | Dokumen | banyaknya rencana pengembangan kawasan hortikultura | | - | | | | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0001] |
---|
361 | 3.27.000557 | Jumlah rencana pengembangan Kawasan Perkebunan | Dokumen | banyaknya rencana pengembangan kawasan perkebunan | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0001] |
---|
362 | 3.27.000558 | Jumlah rencana pengembangan Kawasan Peternakan | Dokumen | Banyaknya rencana pengembangan kawasan peternakan, berupa rencana integrasi pertanian-peternakan, perluasan lahan peternakan, rencana penambahan ternak, dan rencana penggunaan lahan baru untuk peternakan | - | | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0001] |
---|
363 | 3.27.000559 | Jumlah rencana pengembangan Kawasan Tanaman Pangan | Dokumen | Banyaknya rencana pengembangan kawasan tanaman pangan, berupa rencana diversifikasi, intensifikasi, maupun rencana perluasan dan penggunaan lahan baru untuk budidaya tanaman pangan | | - | | | | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0001] |
---|
364 | 3.27.000560 | Jumlah rencana pengembangan Prasarana Hortikultura | Dokumen | banyaknya rencana pengembangan prasarana hortikultura | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0001] |
---|
365 | 3.27.000561 | Jumlah rencana pengembangan Prasarana Perkebunan | Dokumen | banyaknya rencana pengembangan prasarana perkebunan | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0001] |
---|
366 | 3.27.000564 | Jumlah Rumah Potong Hewan yang dibangun | Unit | Banyaknya RPH yang dibangun dan dikembangkan | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.03.2.02.0015] |
---|
367 | 3.27.000565 | Jumlah Rumah Potong Hewan yang direhabilitasi | Unit | Banyaknya RPH yang direhabilitasi dan diperbaiki dalam rangka pemeliharaan | - | | - | - | 1 | - | 1 | 1 | 1 | T | [3.27.03.2.02.0015] |
---|
368 | 3.27.000567 | Jumlah Rumah Sakit Hewan, Klinik Hewan, Ambulatori, Praktik Dokter Hewan Mandiri/Puskeswan Mandiri, atau Tempat Pelayanan Paramedik veteriner Keswan yang dibangun | Unit | Tempat pelayanan jasa oleh paramedik dan medik veteriner yang akan dibangun yang berperan dalam penanganan penyakit hewan yang telah memiliki perizinan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0021] |
---|
369 | 3.27.000568 | Jumlah Rumah Sakit Hewan, Klinik Hewan, Ambulatori, Praktik Dokter Hewan Mandiri/Puskeswan Mandiri, atau Tempat Pelayanan Paramedik veteriner Keswan yang terehabilitasi | Unit | Tempat pelayanan jasa oleh paramedik dan medik veteriner yang terehabilitasi, yang berperan dalam penanganan penyakit hewan yang telah memiliki perizinan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0021] |
---|
370 | 3.27.000569 | Jumlah rumpun ternak yang dilakukan pelestarian dan pemurnian | Rumpun | Jumlah rumpun ternak yang dilestarikan dan dimurnikan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.2.02.0005] |
---|
371 | 3.27.000570 | Jumlah rumpun yang dimanfaatkan | Rumpun | Jumlah jenis rumpun yang berkualitas dan telah dimanfaatkan | 5 | - | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | T | [3.27.02.2.02.0003] |
---|
372 | 3.27.000571 | Jumlah rumpun yang dinilai | Rumpun | Rumpun atau Galur (Hewan) adalah segolongan hewan dari suatu spesies yang memiliki ciri fenotipe khas dan dapat diwariskan pada keturunannya. | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | T | [3.27.02.1.03.0005] |
---|
373 | 3.27.000572 | Jumlah rumpun yang ditingkatkan kualitasnya | Rumpun | Jumlah jenis rumpun yang dilakukan pengusahaan peningkatan kualitas | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | T | [3.27.02.2.02.0002] |
---|
374 | 3.27.000573 | Jumlah Rumpun/Galur Ternak yang diawasi | Laporan | Galur Ternak dalam satu rumpun, memiliki karakteristik tertentu yang dalam pemanfaatan pemuliaannya dilakukan pengawasan untuk tujuan tertentu | - | 5 | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.02.0002] [3.27.03.2.03.0002] |
---|
375 | 3.27.000574 | Jumlah Rumpun/Galur Ternak yang dilakukan pelestarian | Ekor | Banyaknya rumpun/galur ternak yang dilestarikan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.2.03.0001] |
---|
376 | 3.27.000575 | Jumlah Rumpun/Galur Ternak yang dilakukan pemanfaatan | Ekor | Banyaknya rumpun/galur ternak yang dimanfaatkan | 5 | - | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | 5 | T | [3.27.03.2.03.0001] |
---|
377 | 3.27.000576 | Jumlah Sarana Pendukung dibangun | Unit | Banyaknya sarana pendukung yang dibangun atau dikembangkan. Sarana pendukung dapat berupa gudang penyimpanan dan sarana lain yang mendukung peningkatan produktivitas hasil pertanian | | 5 | | | | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0010] |
---|
378 | 3.27.000577 | Jumlah Sarana Pendukung direhabilitas | Unit | Banyaknya sarana pendukung yang direhabilitasi atau diperbaiki dalam rangka pemeliharaan. Sarana pendukung dapat berupa gudang penyimpanan dan sarana lain yang mendukung peningkatan produktivitas hasil pertanian | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0010] |
---|
379 | 3.27.000579 | Jumlah sarana penyuluhan pertanian | Unit | Jumlah sarana penyuluhan pertanian merujuk pada total alat, fasilitas, atau infrastruktur yang digunakan untuk mendukung kegiatan penyuluhan pertanian di suatu wilayah tertentu. Sarana ini mencakup, tetapi tidak terbatas pada, ruang kelas, alat peraga, media penyuluhan, kendaraan operasional, dan peralatan teknologi informasi yang digunakan dalam proses penyuluhan. Jumlah tersebut dapat diukur berdasarkan data resmi atau inventarisasi sarana penyuluhan pertanian yang ada dalam periode waktu tertentu. | 22 | | 22 | 22 | 22 | 22 | 22 | 39 | 39 | T | [3.27.07.2.01.0003] |
---|
380 | 3.27.000580 | Jumlah SDG tanaman yang dilakukan pelestarian dan pemurnian | Varietas Unggul Baru (VUB) | Jumlah SDG yang sudah dilepas dan dinyatakan unggul sebagai varietas baru dan dilakukan pelestarian serta pemurnian mutunya | | 22 | | | | - | - | - | - | T | [3.27.02.2.02.0004] |
---|
381 | 3.27.000581 | Jumlah SDG Tanaman yang dimanfaatkan | Varietas Unggul Baru (VUB) | Jumlah jenis SDG yang berkualitas dan telah dimanfaatkan | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.02.2.02.0003] |
---|
382 | 3.27.000582 | Jumlah SDG Tanaman yang ditingkatkan kualitasnya | Varietas Unggul Baru (VUB) | Jumlah jenis SDG yang dilakukan pengusahaan peningkatan kualitas | | | | | | - | - | - | - | T | [3.27.02.2.02.0002] |
---|
383 | 3.27.000583 | Jumlah Sebaran Alsintan | Unit | Jumlah alat dan mesin pertanian pra panen yang tersebar baik dalam kondisi baik maupun perlu perbaikan atau rusak yang ada di masing-masing kelompok masyarakat/masyarakat petani di tingkat provinsi | 333 | | 364 | 364 | 400 | - | 21 | 16 | - | T | [3.27.02.1.01.0001] |
---|
384 | 3.27.000584 | Jumlah Sebaran Pestisida | Liter | Jumlah pestisida yang tersebar atau dimiliki oleh masing-masing masyarakat petani untuk digunakan atau dimanfaatkan. | | 333 | | | | 100 | 50 | 170 | - | T | [3.27.02.1.01.0001] |
---|
385 | 3.27.000585 | Jumlah Sebaran pupuk | Ton | Jumlah pupuk subsidi maupun non subsidi yang tersebar atau dimiliki oleh masing-masing masyarakat petani untuk digunakan atau dimanfaatkan pada lahan garapannya. | 1,168 | | 1,333 | 751 | 841 | 1,641 | 1,514.86 | 5.905 | 4 | T | [3.27.02.1.01.0001] |
---|
386 | 3.27.000586 | Jumlah Sebaran Sarana Pendukung Pertanian | Unit | jumlah dan jenis sarana pendukung pertanian yang tersebar di masing-masing kelompok/ petani, dalam kondisi baik | | 1,328 | | | | - | 21 | 16 | - | T | [3.27.02.1.01.0001] |
---|
387 | 3.27.000587 | Jumlah Sekolah Lapang Kelompok Tani | Unit | Jumlah Sekolah Lapang Kelompok Tani merujuk pada total program pendidikan non-formal yang dilaksanakan di lapangan dan ditujukan khusus untuk kelompok tani dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam praktik pertanian yang berkelanjutan. Sekolah lapang ini biasanya melibatkan pendekatan belajar sambil melakukan (learning by doing) di mana petani diajarkan melalui demonstrasi langsung di lahan pertanian. Jumlah tersebut dapat diukur berdasarkan data resmi atau registrasi sekolah lapang yang telah diadakan atau sedang berlangsung dalam periode waktu tertentu. | - | | - | - | - | - | - | 1 | - | T | [3.27.07.2.01.0005] |
---|
388 | 3.27.000588 | Jumlah Sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) | Sertifikat | Sertifikat yang tersedia sebagai bukti tertulis yang sah telah dipenuhinya persyaratan higiene-sanitasi sebagai kelayakan dasar jaminan keamanan pangan asal hewan pada unit usaha pangan asal hewan, untuk memastikan bahwa unit usaha telah memenuhi persyaratan higiene-sanitasi dan menerapkan cara produksi yang baik | - | - | - | - | - | - | - | - | 5 | T | [3.27.04.1.05.0003] |
---|
389 | 3.27.000589 | Jumlah Sertifikat Veteriner HPM | Sertifikat | Jumlah jaminan tertulis yang dikeluarkan oleh otoritas Veteriner dalam rangka pengawasan lalu lintas HPM | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.1.04.0003] [3.27.04.2.04.0006] |
---|
390 | 3.27.000590 | Jumlah SKKH/SKPH HPM | Dokumen | Ketersediaan Surat Keterangan Kesehatan Hewan yang berisi standar persayaratan terkait penolakan, pencegahan, pemberantasan dan pengobatan penyakit hewan | 57 | - | 121 | 137 | 127 | 110 | 48 | 45 | 45 | T | [3.27.04.1.04.0003] [3.27.04.2.04.0006] |
---|
391 | 3.27.000591 | Jumlah Standar Pelayanan Publik Pemberian Izin Usaha Pertanian | Dokumen | Jumlah dokumen standar pelayanan publik yang disusun dan digunakan sebagai acuan pemberian izin usaha pertanian | | 139 | | | | - | - | - | - | T | [3.27.06.1.01.0001] [3.27.06.2.01.0001] |
---|
392 | 3.27.000599 | Jumlah wilayah Penanggulangan Zoonosis | Wilayah | Wilayah dengan risiko zoonosis dan dapat dikendalikan melalui pengawasan yang dilakukan | - | | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.05.2.01.0004] |
---|
393 | 3.27.000601 | Jumlah wilayah sumber bibit Ternak yang diawasi | Laporan | Ketersediaan wilayah/daerah pemurnian ternak asli/lokal Indonesia, sehingga ternak asli/lokal Indonesia dapat lestari, mewujudkan dan menjamin ketersediaan bibit ternak baik secara jumlah maupun mutu | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.02.0002] [3.27.03.2.03.0002] |
---|
394 | 3.27.000602 | Jumlah wilayah terkendali Zoonosis | Wilayah | Wilayah dengan risiko zoonosis dan dapat dikendalikan melalui pengawasan yang dilakukan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.1.01.0006] [3.27.04.2.01.0007] |
---|
395 | 3.27.000603 | Jumlah wilayah yang dilakukan surveilans dan zoonosis pada Hewan | Wilayah | Wilayah yang dilakukan pengawasan melalui peningkatan surveilans terpadu berbasis risiko dan kemampuan untuk deteksi kasus, perbaikan biosekuriti | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.1.01.0004] [3.27.04.2.01.0005] |
---|
396 | 3.27.000604 | Jumlah Zona/Kompartemen Bebas Penyakit yang memenuhi persyaratan teknis sertifikasi | Unit | Wilayah yang bebas dari penyakit hewan menular yang disahkan oleh pejabat otoritas veteriner | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.1.03.0001] |
---|
397 | 3.27.000605 | Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan/KP2B yang ditetapkan, dimanfaatkan, dan diawasi di Kabupaten/Kota | Ha | Kawasan KP2B yang telah ditetapkan, dimanfaatkan sesuai komoditas, dan diawasi di tingkat Kab/Kota | - | - | - | - | - | 1,372.20 | 1,372.20 | 1,372.20 | 1,372.20 | T | [3.27.03.2.01.0015] |
---|
398 | 3.27.000606 | Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan/KP2B yang ditetapkan, dimanfaatkan, dan diawasi di tingkat Provinsi | Ha | Kawasan KP2B yang telah ditetapkan, dimanfaatkan sesuai komoditas, dan diawasi di tingkat Provinsi | - | - | - | - | - | 1,372.20 | 1,372.20 | 1,372.20 | 1,372.20 | T | [3.27.03.1.01.0018] |
---|
399 | 3.27.000607 | Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan/LCP2B yang ditetapkan, dimanfaatkan, dan diawasi di Kabupaten/Kota | Ha | Kawasan LCP2B yang telah ditetapkan, dimanfaatkan sesuai komoditas, dan diawasi | - | - | - | - | - | 76.4 | 76.4 | 76.4 | 76.4 | T | [3.27.03.2.01.0015] |
---|
400 | 3.27.000608 | Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan/LCP2B yang ditetapkan, dimanfaatkan, dan diawasi di tingkat Provinsi | Ha | Kawasan LCP2B yang telah ditetapkan, dimanfaatkan sesuai komoditas, dan diawasi di tingkat Provinsi | - | - | - | - | - | 76.4 | 76.4 | 76.4 | 76.4 | T | [3.27.03.1.01.0018] |
---|
401 | 3.27.000609 | Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan/LP2B yang ditetapkan, dimanfaatkan, dan diawasi di Kabupaten/Kota | Ha | LP2B yang ditetapkan akan dijadikan dasar dalam pemberian bantuan di bidang pertanian baik melalui APBN maupun pengendalian terhadap KP2B yang ditetapkan dalam Peraturan daerah Rencana Tata Ruang mengikuti dengan pengaturan penataan ruang dan UU 41 2009 beserta turunannya | - | - | - | - | - | 1,295 | 1,295 | 1,295 | 1,295 | T | [3.27.03.2.01.0015] |
---|
402 | 3.27.000610 | Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan/LP2B yang ditetapkan, dimanfaatkan, dan diawasi di tingkat Provinsi | Ha | LP2B yang ditetapkan akan dijadikan dasar dalam pemberian bantuan di bidang pertanian baik melalui APBN maupun pengendalian terhadap KP2B yang ditetapkan dalam Peraturan daerah Rencana Tata Ruang mengikuti dengan pengaturan penataan ruang dan UU 41 2009 beserta turunannya | - | - | - | - | - | 1,295 | 1,295 | 1295 | 1,295 | T | [3.27.03.1.01.0018] |
---|
403 | 3.27.000611 | Luas kawasan hortikultura | Ha | Luas area kawasan hortikultura (luas tanam sesuai Statistik Pertanian Hortikultura/SPH) | | - | | | | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0013] [3.27.03.2.01.0005] |
---|
404 | 3.27.000612 | Luas kawasan perkebunan | Ha | luas area kawasan perkebunan eksisting | | | | | | 1,320.22 | 1,281 | - | - | T | [3.27.03.1.01.0013] [3.27.03.2.01.0005] |
---|
405 | 3.27.000613 | Luas kawasan peternakan | Ha | Luas area kawasan peternakan yang diusahakan dalam rangka pemenuhan produk peternakan seperti susu, telur dan daging. | - | | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.03.1.01.0013] [3.27.03.2.01.0005] |
---|
406 | 3.27.000614 | Luas kawasan tanaman pangan | Ha | Luas area kawasan tanaman pangan | | - | | | | Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â 3.296Â | 1,372 | 1,372.19 | - | T | [3.27.03.1.01.0013] [3.27.03.2.01.0005] |
---|
407 | 3.27.000615 | Luasan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan/KP2B yang ditetapkan secara numerik dan spasial di Kabupaten/Kota | Ha | Luas area KP2B yang telah ditetapkan berdasarkan data spasial dan numerik di tingkat Kab/Kota | - | | - | - | - | 1,372 | 1,372 | 1,372 | 1,372.20 | T | [3.27.03.2.01.0014] |
---|
408 | 3.27.000616 | Luasan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan/KP2B yang ditetapkan secara numerik dan spasial di tingkat Provinsi | Ha | Luas area KP2B yang telah ditetapkan berdasarkan data spasial dan numerik di tingkat Provinsi | - | - | - | - | - | 1,372 | 1,372 | 1,372 | 1,372.20 | T | [3.27.03.1.01.0015] |
---|
409 | 3.27.000617 | Luasan Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan/LCP2B yang ditetapkan secara numerik dan spasial di Kabupaten/Kota | Ha | Lahan cadangan pertanian pangan berkelanjutan berasal dari lahan bekas hutan atau lahan Daerah yang tidak memiliki lahan cadangan sesuai dengan yang dipersyaratkan tidak perlu menetapkan lahan cadangan | - | - | - | - | - | 76.4 | 76.4 | 76.4 | 76.4 | T | [3.27.03.2.01.0014] |
---|
410 | 3.27.000618 | Luasan Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan/LCP2B yang ditetapkan secara numerik dan spasial di tingkat Provinsi | Ha | Lahan cadangan pertanian pangan berkelanjutan berasal dari lahan bekas hutan atau lahan Daerah yang tidak memiliki lahan cadangan sesuai dengan yang dipersyaratkan tidak perlu menetapkan lahan cadangan | - | - | - | - | - | 76.4 | 76.4 | 76.4 | 76.4 | T | [3.27.03.1.01.0015] |
---|
411 | 3.27.000619 | Luasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan/LP2B yang ditetapkan secara numerik dan spasial di Kabupaten/Kota | Ha | - Penetapan kawasan, lahan dan lahan cadangan pertanian pangan berkelanjutan kab/kota diatur dalam Peraturan Daerah mengenai Tata Ruang Wilayah kab/ KP2B yang ditetapkan berupa lahan beririgasi, reklamasi rawa pasang surut dan lebak, tidak Sesuai amanat Perpres 18 Tahun 2020 maka eksisting sawah seluruhnya ditetapkan sebagai Kawasan yang dapat ditetapkan menjadi Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan berada di dalam dan/atau di luar kawasan peruntukan penetapan kawasan memuat data dan informasi tekstual, numerik, dan spasial.& | - | - | - | - | - | 1,295 | 1,295 | 1,295 | 1,295 | T | [3.27.03.2.01.0014] |
---|
412 | 3.27.000620 | Luasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan/LP2B yang ditetapkan secara numerik dan spasial di tingkat Provinsi | Ha | - Penetapan kawasan, lahan dan lahan cadangan pertanian pangan berkelanjutan provinsi diatur dalam Peraturan Daerah mengenai Tata Ruang Wilayah Rencana Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan provinsi yang sudah ditetapkan menjadi acuan penyusunan perencanaan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan kabupaten/ KP2B yang ditetapkan berupa lahan beririgasi, reklamasi rawa pasang surut dan lebak, tidak Sesuai amanat Perpres 18 Tahun 2020 maka eksisting sawah seluruhnya ditetapkan sebagai Kawasan yang dapat ditetapkan menjadi Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan berada di dalam dan/atau di luar kawasan peruntukan P257 penetapan kawasan memuat data dan informasi tekstual, numerik, dan spasial. | - | - | - | - | - | 1,295 | 1,295 | 1,295 | 1,295 | T | [3.27.03.1.01.0015] |
---|
413 | 3.27.000624 | Peta Kawasan, Lahan dan Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Kabupaten/Kota | Dokumen | Peta Penetapan kawasan pertanian pangan berkelanjutan (KP2B) kab/kota diatur dalam Peraturan Daerah mengenai Tata Ruang Wilayah Kab/ Peta KP2B memuat data dan informasi tekstual, numerik, dan spasial | - | - | - | - | - | 1 | 1 | 6 | 6 | T | [3.27.03.2.01.0016] |
---|
414 | 3.27.000625 | Peta Kawasan, Lahan dan Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan di tingkat Provinsi | Dokumen | -Peta Penetapan kawasan pertanian pangan berkelanjutan (KP2B) provinsi diatur dalam Peraturan Daerah mengenai Tata Ruang Wilayah Kp2B provinsi yang sudah ditetapkan menjadi acuan penyusunan perencanaan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan kabupaten/ Peta KP2B memuat data dan informasi tekstual, numerik, dan spasial. | - | - | - | - | - | 3 | 3 | 6 | 6 | T | [3.27.03.1.01.0016] |
---|
415 | 3.27.000626 | Rencana Aksi Pengembangan kawasan pertanian | Dokumen | Jumlah dokumen rencana aksi pengembangan kawasan pertanian | | - | | | | - | - | - | - | T | [3.27.03.2.01.0017] |
---|
416 | 3.27.000632 | Jumlah Pengadaan Benih Ternak yang Sumbernya dari Daerah kabupaten/kota Lain | Dosis | Banyaknya benih ternak yang didatangkan dari daerah lain | - | | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.02.2.06.0004] |
---|
417 | 3.27.000636 | Jumlah unit usaha yang dibina terhadap penerapan kesejahteraan hewan | Laporan | Banyaknya unit usaha yang didampingi dalam menerapkan prinsip kesejahteraan hewan | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.04.2.05.0003] |
---|
418 | 3.27.000637 | Jumlah unit usaha pembibitan ternak yang mendapatkan sertifikat penerapan cara pembibitan ternak yang baik | Unit Usaha | Unit Usaha Pembibitan Ternak yang tersertifikasi dengan penerapan cara budidaya ternak yang baik | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.06.1.01.0004] [3.27.06.2.01.0004] |
---|
419 | 3.27.000638 | Jumlah unit usaha budidaya ternak yang mendapatkan sertifikat penerapan cara budidaya ternak yang baik | Unit Usaha | Unit Usaha Budidaya Ternak yang tersertifikasi dengan penerapan cara budidaya ternak yang baik | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.06.1.01.0004] [3.27.06.2.01.0004] |
---|
420 | 3.27.000641 | Jumlah unit usaha produk hewan yang telah dibina untuk penerapan persyaratan higiene sanitasi | Unit Usaha | unit usaha produk hewan yang telah dibina untuk penerapan persyaratan higiene sanitasi sebagai jaminan keamanan dan kualitas untuk produk pangan asal ternak yang dikonsumsi masyarakat. | - | - | - | - | - | - | 3 | 5 | 5 | T | [3.27.04.1.03.0005] [3.27.04.2.04.0005] |
---|
421 | 3.27.000649 | Laporan Pengelolaan UPTD penyuluhan pertanian | Laporan | Jumlah laporan pengelolaan UPTD penyuluhan pertanian. Pengelolaan UPTD meliputi penataan/pengembangan dna pemeliharaan (rehabilitasi dan perbaikan) | - | - | - | - | - | - | - | - | - | T | [3.27.07.3.02.0003] [3.27.07.4.02.0003] [3.27.07.3.01.0007] [3.27.07.4.01.0007] |
---|
| | | | | | - | | | | | | | | | |
---|